Tips Menulis Deskripsi Produk E-Commerce yang Menjual

Tips Menulis Deskripsi Produk E-Commerce yang Menjual

Hal yang paling mengganggu bagi konsumen saat berbelanja online adalah absennya deskripsi produk. Absen tidaknya deskripsi produk sangat berpengaruh pada keputusan mereka untuk membeli suatu produk. Bahkan adanya deskripsi produk tidak akan menjamin konsumen untuk tertarik dengan produk Anda, apalagi membelinya.

 

Perusahaan-perusahaan besar pun tidak mengambil remeh penulisan sepatah dua kata deskripsi produk, sehingga mereka menggunakan tenaga copywriter profesional. Sayangnya tak semua bisnis mempunyai budget untuk menggunakan bantuan profesional. Namun, dengan menerapkan tips-tips menulis deskripsi produk e-commerce berikut, Anda pun juga dapat menghasilkan tulisan yang menarik minat beli konsumen.

 

Tulis Deskripsi yang Unik

 

Tak jarang banyak toko online yang enggan untuk membuat deskripsi sendiri sehingga banyak yang hanya tinggal mencantumkan deskripsi umum seperti dimensi produk. Deskripsi yang monoton seperti ini tidak akan menarik konsumen.

 

Cobalah untuk membuat deskripsi yang berbeda-beda tiap produk, apalagi jika Anda mempunyai banyak produk dalam website. Dengan begitu, konsumen bisa melihat bagaimana usaha Anda dalam menjelaskan produk yang ditawarkan. Tak hanya itu, deskripsi produk yang unik juga dapat memperkuat peringkat website Anda dalam Google.

 

Tulis untuk Target Konsumen

 

Tulisan dan gaya bahasa yang Anda gunakan dalam deskripsi produk e-commerce mempunyai andil besar dalam mempengaruhi keinginan konsumen untuk membelinya. Saat menulis deskripsi produk, bayangkan Anda menulisnya untuk target konsumen.

 

Dengan begitu, Anda pun akan mempunyai gambaran gaya dan nada bahasa apa yang akan digunakan agar deskripsi produk menarik, peruasif, dan relevan dengan mereka. Anda dapat mencoba mengetahui target konsumen sebelum mulai menulis: apa yang penting bagi mereka dan apa yang mereka inginkan.

 

Tulis Manfaat bukan Fitur

 

Menggarisbawahi fitur dianggap sebagai kunci utama dalam mengunggulkan produk dan menarik perhatian konsumen. Fitur-fitur produk memang yang mendefinisikan fungsi dan ketahanannya. Namun, fitur-fitur produk tersebut tak selamanya dapat menarik perhatian konsumen.

 

Telebih jika ditulis dengan kosakata teknis yang kurang dimengerti oleh awam. Tak dapat dipungkiri memang fitur penting untuk dicantumkan, akan tetapi ada hal yang lebih menarik bagi konsumen, yakni manfaat dari produk yang bersangkutan.

 

Dalam menulis deskripsi produk, Anda perlu mengingat-ngingat pertanyaan berikut. Apa yang produk Anda dapat berikan untuk konsumen? Dalam aspek apa produk tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah mereka? Ambil saja contoh produk body lotion yang melembabkan kulit: “Kandungan shea butternya menjaga kelembapan kulit. Anda pun terhindar dari kulit kering dan pecah-pecah.

 

Buat agar Mudah Dibaca Skimming

 

Banyaknya informasi dan konten dalam internet telah membuat target konsumen Anda enggan untuk membaca deskripsi produk dari awal hingga akhir. Untuk itu, gunakan format tulisan yang mudah dibaca secara skimming. Headline atau judul deskripsi dapat dituliskan dengan huruf kapital. Gunakan kata-kata yang singkat dan tidak bertele-tele dalam menjelaskan informasi umum produk seperti dimensi dan bahan.

 

Agar lebih mudah dibaca, gunakan bullet points. Jangan lupa untuk menyisipkan spasi yang cukup antara headline dan bullet points. Perlu diingat, tiap deskripsi dalam bullet points ditulis berdasarkan gambar atau ilustrasi produk yang ada. Dengan begitu, konsumen pun mempunyai gambaran yang jelas.

 

Hindari Kata dan Frase Tak Berarti

 

Agar konsumen Anda mempunyai gambaran produk yang tepat dan jelas, maka hindari penggunaan kata yang subjektif. Kata-kata seperti ini biasanya ditemui di berbagai toko online dengan target konsumen perempuan.

 

Misalnya saja untuk deskripsi bahan suatu baju. Tidak menyebutkan nama kain, deskripsi produk langsung mengarah pada penilaian subjektif seperti: “Kainnya adem, pokoknya nyaman banget dipakai!” Ada baiknya Anda menghindari penggunaan kata-kata subjektif. Jika dirasa membantu memberi gambaran, lebih baik didahului dengan deskripsi yang objektif: “Bahan kain katun Jepang. Adem, tidak mudah kusut, nyaman dipakai.

 

Optimisasi Google

 

Perlu diingat bahwa deskripsi produk tentunya harus ditulis untuk manusia, bukan untuk mesin pencari web agar mendapat peringkat tinggi dalam hasil pencarian. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengoptimalkan deskripsi produk e-commerce agar mudah ditemuan melalui Google.

 

Sisipkan kata kunci SEO yang relevan dengan produk dalam deskripsi secara natural dalam judul deskripsi. Kemudian tulis lanjutan deskripsi tanpa harus memikirkan kata kunci SEO. Contohnya saja: “Dompet Kulit Sapi Asli Garut. Terbuat dari kulit sapi yang berasal dari peternakan lokal kota Garut yang kemudian dijahit oleh pengrajin lokal dengan desain modern yang minimalis…” dst.

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

Post a Comment