Pilih Marketplace atau Toko Online Sendiri Pahami Dulu Perbedaannya

Pilih Marketplace atau Toko Online Sendiri? Pahami Dulu Perbedaannya

Transaksi e-commerce tiap tahunnya di Indonesia terus meningkat. Menurut hasil riset Katadata, transaksi e-commerce Indonesia sendiri naik sebanyak 500% dalam 5 tahun terakhir. Besar kenaikan tersebut tentunya menggiurkan bagi penggiat bisnis untuk mulai benar-benar menekuni bisnisnya secara online.

 

Transaksi E-Commerce Indonesia (2014-2018)Transaksi E-Commerce Indonesia (2014-2018). Grafik oleh databoks.katadata.co.id

 

Namun sayangnya, banyak diantara mereka yang masih belum paham betul tentang jual beli online. Kurangnya pemahaman terhadap bisnis yang dijalankan secara online tersebut pun membuat mereka ragu untuk mengambil langkah pertama.

 

Salah satu hal yang sering dipertanyakan adalah perbedaan antara marketplace dan toko online sendiri. Keduanya mempunyai kekurangan dan keunggulan masing-masing, sehingga memahaminya tentu dapat membantu penggiat bisnis online pemula untuk memutuskan mana yang bisa menjadi media langkah pertamanya. Apakah Anda salah satu penggiat bisnis tersebut? Langsung saja simak uraian berikut agar Anda bisa memahami perbedaan antara marketplace dan toko online sendiri.

 

Marketplace Bukan Website E-Commerce

 

Beberapa tahun terakhir hadirnya berbagai platform jual beli online seperti OLX, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee telah membantu masyarakat Indonesia untuk mengenal transaksi jual beli yang dilakukan secara online. Seperti yang Anda ketahui, keempat platform tersebut hadir dalam bentuk website dan juga aplikasi ponsel. Platform mereka terdiri dari berbagai penjual, sehingga mereka pun bisa menawarkan berbagai item kepada konsumen sekaligus hanya dalam satu tempat saja.

 

Platform seperti inilah yang disebut sebagai marketplace. Untuk memudahkan pemahaman, Anda bisa menyamakan marketplace dengan satu gedung mall. Dimana gedung mall tersebut merupakan sebuah platfrom marketplace dan toko-toko hingga boothbooth kecil didalamnya adalah penjualnya.

 

Marketplace Layaknya Mall yang Mempunyai Banyak PenjualMarketplace Layaknya Mall yang Mempunyai Banyak Penjual

 

Platform marketplace seperti yang telah disebut diatas sering disebut sebagai website e-commerce, padahal penggunaan istilah marketplacelah yang paling sesuai untuk mendeskripsikan model bisnisnya. Istilah e-commerce sendiri merujuk pada perdagangan elektronik, yang meliputi semua kegiatan jual beli secara online.

 

Mengapa istilah website e-commerce tidak digunakan untuk menyebut platform seperti OLX, Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee? Jawabannya karena model bisnis keempat platform tersebut sendiri. Mereka menawarkan satu wadah dimana penjual dapat berkumpul untuk berjualan. Konsumen pun berdatangan karena platform marketplace tersebut merupakan tempat dimana penjual menggelar lapaknya. Dengan kata lain, konsumen bisa menemukan item apa saja dalam satu tempat dengan berbagai macam opsi.

 

Jika konsumen bisa otomatis berdatangan ke platform marketplace, apakah membuka lapak di marketplace lebih menguntungkan dibandingkan dengan membuat toko online sendiri? Jawabannya belum tentu, karena masih banyak faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan. Mana yang tepat sangat bergantung pada apa yang bisnis Anda butuhkan.

 

Kekuatan dalam Jumlah Kunjungan

 

Karena marketplace merupakan wadah dimana berbagai penjual berkumpul, maka besar kesempatan konsumen akan datang. Begitu banyaknya pilihan item menjadi daya tarik utama bagi mereka karena mereka tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk berbelanja.

 

Banyaknya pilihan tersebut bisa menguntungkan konsumen, namun bagi penjual juga bisa malah merugikan. Berjualan dalam platform marketplace tidak menutup kemungkinan bahwa Anda menawarkan jenis item yang sama. Ditambah dengan perang harga dengan penjual lain bisa membuat konsumen potensial Anda untuk berpaling memilih yang lebih murah.

 

Berbeda dengan jika Anda menggunakan toko online sendiri. Anda tidak perlu perang harga dengan penjual lain karena dalam satu website, hanya ada bisnis Anda sendiri. Anda mempunyai kontrol penuh terhadap harga item yang Anda tawarkan. Dengan begitu, Anda pun bisa lebih fokus untuk membangun branding bisnis Anda tanpa hambatan presensi penjual lain dalam marketplace.

 

Sayangnya, satu bisnis dalam satu website juga berarti bahwa Anda harus berusaha lebih keras dalam hal marketing untuk menarik konsumen agar berkunjung ke website toko online Anda.

 

Interferensi Pihak Ketiga

 

Karena marketplace adalah wadah untuk menemukan penjual dan pembeli, maka tentunya pihak marketplace akan ikut menginterferensi transaksi diantaranya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk regulasi agar marketplace dapat tetap menjadi tempat jual beli yang kredibel. Dana yang dibayar konsumen akan masuk ke rekening marketplace terlebih dahulu. Ketika item sudah sampai dan sesuai, maka barulah dana tersebut bisa dilepaskan ke penjual. Kapan tepatnya dana bisa dilepaskan kepada penjual tentunya mengikuti regulasi yang telah ditetapkan pihak marketplace.

 

Karena toko online sendiri adalah website milik Anda sendiri, maka kendali sepenuhnya ada pada tangan Anda. Dana yang dibayarkan oleh konsumen tentunya bisa langsung masuk ke rekening Anda, tanpa interferensi dari pihak manapun.

 

Branding Lebih Leluasa

 

Jika Anda pernah browsing dalam marketplace, baik melalui website maupun aplikasi ponsel, Anda pasti bisa melihat bagaimana tampilannya yang tak begitu rapi. Hal ini karena foto katalog yang terlalu beragam dari berbagai penjual, sehingga menghasilkan showcase produk yang tak seragam.

 

Selain itu, desain website juga tentunya didominasi oleh skema warna branding marketplace, menyulitkan bisnis/brand Anda untuk lebih mudah diingat oleh konsumen. Bahkan tak jarang konsumen yang telah membeli produk Anda tak mengingat Anda sama sekali. Penyebabnya karena produk memang fokus utama dalam berbelanja melalui marketplace.

 

Padahal, bisnis, apalagi bisnis berjualan produk sekarang tak hanya mengandalkan kualitas produk semata. Membuat konsumen agar puas hingga ingin repurchase (membeli kembali) membutuhkan lebih dari kualitas produk. Disinilah branding berperan.

 

Branding meliputi semua aspek kepuasan, mulai dari kualitas produk, pengalaman transaksi, hingga image bisnis Anda. Nyatanya branding hanya bisa dirasakan. Meskipun tak terlihat, branding bisa berawal dari kesan yang dibangun dari penglihatan. Oleh karena itu, desain website dimana Anda berjualan online sangatlah penting.

 

Bandingkan jika berbelanja melalui marketplace, alih-alih ingat dengan bisnis Anda, konsumen malah teralihkan dengan tampilan rekomendasi produk yang muncul di tiap sudut halaman platform marketplace.

 

Toko Anda dalam marketplace tidak dapat dimodifikasi, tampilan yang Anda dapatkan merupakan satu-satunya pilihan yang disediakan. Berbeda dengan toko online milik sendiri, Anda bisa memodifikasi seluruh desain, menyesuaikan image yang ingin Anda bangun. Mulai dari skema warna, font, gambar background, header, logo, dan lain sebagainya. Dibandingkan dengan marketplace, website toko online sendiri jauh lebih fleksibel perihal branding.

 

Gratis vs Berbayar

 

Berjualan melalui marketplace, meskipun dengan jaminan jumlah kunjungan konsumen yang besar tidak dipungut biaya. Pihak marketplace tidak menarik biaya jasa dari penjual-penjual yang menggunakan platformnya untuk berjualan.

 

Marketplace Tak Berbayar atau Toko Online Sendiri PremiumMarketplace Tak Berbayar atau Toko Online Sendiri Premium?

 

Dengan segala fleksibilitasnya, toko online sendiri tentunya membutuhkan biaya, tidak gratis seperti marketplace. Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan website pribadi untuk berjualan. Anda bisa mengembangkannya melalui jasa pembuatan website mulai dari nol. Cara ini pada umumnya membutuhkan waktu dan prosedur yang cukup lama, terutama bagi Anda yang enggan untuk berkecimpung terlalu dalam dengan detil teknis. Dana yang dikeluarkan pun cukup besar.

 

Anda juga bisa menggunakan platform website toko online seperti Storelogy, yang bisa menyiapkan website untuk berjualan dengan cepat. Anda pun tidak perlu repot dengan hal-hal teknis.

 

Marketplace atau Toko Online Sendiri?

 

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari marketplace dan toko online sendiri, mana kira-kira paling tepat untuk menjawab keperluan bisnis Anda? Marketplace kiranya bisa digunakan oleh penggiat bisnis online pemula yang ingin mencoba masuk kompetisi pasar dengan produknya yang unik. Sedangkan toko online sendiri bisa digunakan oleh penggiat bisnis online pemula yang benar-benar ingin membangun pangsa pasar dan brandnya sekaligus mulai dari nol. Apakah bisnis Anda lebih cocok jika dimulai dengan marketplace atau dengan toko online sendiri?

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

2 Comments

  • Athos Saffar
    July 7, 2018

    Slmt malam Admin.Boleh tau kalu kita mo bikin platform website toko online jasa Storelogy.com.Kira2 kisaran harga minimal nya brapa kita hrs menyiapkan dana?trmksh Salam sukses .Athos Saffar

Post a Comment