Pentingnya Membangun Brand Melalui Website Toko Online Sendiri

Pentingnya Membangun Brand Melalui Website Toko Online Sendiri

Pernahkah Anda mendengar orang menyebut pasta gigi dengan sebutan Odol? Atau malah Anda salah satunya? Padahal tahukah Anda bahwa Odol itu bukan sebutan lain pasta gigi melainkan sebuah merek (brand) pasta gigi dari Jerman yang distribusinya masuk ke Indonesia pada jaman penjajahan kolonial dulu. Malahan, Odol sekarang sudah susah kita temui di Indonesia, tapi penyebutannya untuk merujuk pada pasta gigi masih digunakan di mana-mana. Nah, Odol inilah salah satu contoh sederhana bahwa membangun brand itu sangatlah penting.

 

Mengapa bisa penting? Mengambil dari fenomena penyebutan Odol untuk merujuk pada pasta gigi, Anda bisa melihat betapa pentingnya membangun brand demi menciptakan brand awareness yang ada di masyarakat.

 

Secara sederhana brand awareness adalah saat masyarakat membutuhkan pasta gigi, alih-alih ingat pasta gigi yang lain, yang muncul dalam benak mereka adalah Odol. Tentunya hal serupa juga Anda inginkan agar berlaku bagi brand Anda. Alih-alih ingat produk toko sebelah, yang muncul dalam benak masyarakat saat membutuhkan suatu produk adalah brand Anda.

 

Pertanyaannya, bagaimana cara membangun brand awareness? Anda harus bisa merepresentasikan brand Anda dengan baik terlebih dahulu. Dan hal tersebut dimulai dari bagian-bagian kecil seperti konsistensi warna dan nama alamat website toko online Anda.

 

Masalahnya, mayoritas pelaku bisnis lebih memilih marketplace gratis sebagai website toko online mereka. Padahal, marketplace gratis tersebut sangatlah tidak fleksibel untuk konsistensi yang dibutuhkan dalam membangun brand awareness.

 

Dilihat dari keluwesan untuk branding, berikut kekurangan menggunakan layanan marketplace gratis dibandingkan dengan website toko online sendiri.

 

Tampilan default

 

Karena layanannya yang tidak berbayar, maka marketplace pun hanya memberikan fitur-fitur dasar untuk para penggunanya. Ssoal tampilan website, marketplace tidak menganggapnya sebagai salah satu fitur-fitur dasar tersebut. Sehingga para pengguna tidak bisa menyunting tampilan toko onlinenya untuk menyerupai branding yang diinginkan.

 

Anda tidak bisa mengubah warna, yang tentunya pada marketplace gratis mengikuti warna brand marketplace tersebut. Padahal, warna merupakan salah satu aspek penting dalam branding. Sebagai salah satu unsur yang mudah diingat, warna lebih mudah untuk diasosiasikan pada suatu brand. Sehingga penting penerapannya dalam toko online Anda.

 

Nama domain default

 

Layaknya warna, nama domain juga penting dalam branding. Di saat Anda menggunakan marketplace gratis, alamat toko online Anda secara default telah ditetapkan oleh si marketplace. Memang Anda bisa menentukan sendiri nama untuk username, namun dalam alamat tersebut pasti akan tercantum nama si marketplace.

 

Bagaimana Cara Menentukan Nama Domain Website Toko Online?

 

Demi meningkatkan brand awareness dan menarget citra branding, sudah selayaknya Anda menghilangkan embel-embel pihak ketiga dalam cantuman nama alamat toko online Anda. Anda bisa membeli nama domain sendiri sebagai alamat toko online Anda, tanpa cantuman pihak manapun. Karena mencerminkan eksklusivitas, nama tersebut dapat meningkatkan citra branding Anda di mata konsumen.

 

Kompetisi ketat

 

Ibarat pasar, Anda bersaing ketat dengan brand lain dalam satu tempat. Saat membuka halaman produk di marketplace, terdapat rekomendasi produk serupa di kolom bawah halaman yang dijual oleh brand lain. Rekomendasi tersebut dapat mengurungkan niat konsumen potensial Anda.

 

Berbeda dengan website toko online sendiri, Anda tidak bersaing dengan siapa pun. Dalam satu tempat hanya ada brand Anda, sehingga Anda pun tidak berkompetisi ketat dengan brand lain.

 

Perang harga

 

Satu marketplace menampung berbagai brand. Konsumen pun dihadapkan dengan berbagai pilihan jenis produk dan harga. Hal ini menjadi masalah utama yang dihadapi oleh para pelaku bisnis yang menggunakan marketplace gratis sebagai toko onlinenya.

 

Jika harga produknya bukan yang termurah, rendah kemungkinan konsumen melirik produknya. Padahal, belum tentu kualitas produk termurah tersebut sebanding dengan kualitas produk yang ditawarkan.

 

Menyiasati perbedaan harga tersebut, pelaku bisnis mau tidak mau biasanya turut menurunkan harga agar sama dengan pesaingnya. Dengan begitu, margin keuntungan dari omzet yang didapat pun semakin kecil.

 

Berbeda jika brand Anda telah dikenal secara luas. Meskipun terdapat selisih harga, konsumen akan tetap melirik produk Anda. Hal tersebut wajar, karena kepopuleran brand akan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan yang tertanam dalam benak konsumen.

 

Mulai rintis bisnis online Anda dengan website toko online sendiri. Coba fitur gratisnya untuk 14 hari pertama!

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

Post a Comment