Panduan suuuper lengkap sukses jualan online!

Pernahkah kamu berpikiran untuk mulai jualan online, entah buat penghasilan sampingan, atau cuma untuk mengisi waktu luang di sela kuliah? Kabar baik buatmu, di luar sana juga banyak orang yang punya pikiran serupa. Yaa, setidaknya kamu tahu kalo kamu tidak sendiri.

 

Di tahun 2017 aja, setidaknya ada lebih dari 400 ribu online shop baru yang terdaftar di berbagai platform, baik marketplace maupun website sendiri. Entah itu yang sudah punya produk, atau belum.

 

Jual beli online memang menawarkan banyak kemudahan untuk semua orang. Penjual tak perlu memiliki sewa bangunan untuk toko fisik, karyawan untuk menjaga toko, bahkan tanpa produk sekalipun.

 

Pembeli juga untung, karena tak perlu berpindah tempat untuk berbelanja dan bisa dilakukan kapan saja. Tinggal bayar, tunggu, dan belanjaan akan sampai di depan rumah.

 

Teknologi, terutama internet, pada dasarnya memang bertujuan untuk memudahkan keseharian penggunanya. Oleh karena itu, kegiatan jualan online ini diprediksi akan terus berkembang hingga beberapa tahun kedepan.

 

Pembeli yang akan bertambah tiap tahunnya

Dalam konsep pemasaran, banyaknya penjual salah satunya juga ditentukan oleh banyaknya jumlah permintaan, atau pembeli yang siap berbelanja. Konsep ini juga berlaku untuk ecommerce Indonesia.

 

Potensi pasar ini bisa kamu lihat dari banyaknya pengguna internet aktif di Indonesia, jumlah transaksi, hingga prediksi perkembangan ecommerce beberapa tahun kedepan.

 

Awal tahun 2019 ini, Wearesocial dan Hootsuite mengeluarkan data mengenai jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai 150 juta orang. Nilai itu sama dengan jumlah pengguna aktif jejaring sosial, baik itu Facebook, Instagram maupun Twitter. Angka itu sama dengan setengah dari penduduk Indonesia.

 

Sementara, dari 150 juta pengguna internet, 2 perusahaan jejaring sosial raksasa tersebut juga mencatat ada 107 juta orang yang secara aktif berbelanja di tahun 2018. Nilai transaksinya mencapai Rp. 133 Trilliun!

 

Angka yang dikeluarkan oleh Google dan Temasek lebih gila lagi. Mereka mencatat nilai transaksi ecommerce di Indonesia bisa mencapai Rp. 171 Trilliun, dengan potensi perkembangan menjadi Rp. 743 Triliun di tahun 2025!

 

Angka-angka tersebut dihitung dari jumlah transaksi yang masuk melalui beberapa marketplace saja. Belum termasuk transaksi-transaksi yang terjadi via media sosial atau personal chat di Whatsapp. Padahal, mayoritas transaksi justru dilakukan via personal chat.

 

Lebih praktis dan fleksibel

Potensi pasar memang masih jadi alasan utama banyaknya pemain baru di ecommerce Indonesia. Pendatang baru masih sering tergiur dengan jualan online yang terus berkembang dan menjanjikan banyak peluang yang bisa diraih.

 

Namun, sebenarnya ada alasan lain yang bisa jadi menguatkan niat mereka, atau bahkan kamu yang ingin jualan online. Apa itu? Jualan online tak memerlukan ruang yang luas untuk berjualan dan menyimpan barang, serta bisa dikerjakan dimanapun.

 

Sistem jualan online yang melayani berdasarkan pesanan tak mengharuskan penjual untuk menyediakan stok yang banyak setiap kali mau jualan. Setiap penjual cukup menyisakan 10 atau bahkan 5 produk untuk berjualan. Habis? Bisa ambil lagi ke supplier.

 

Buat kamu yang mau beli stok, tapi belum ada modal, kamu bisa pakai sistem belanja pre-order atau purchase order, jadi konsumen bisa tetap beli, dan penjual hanya perlu menyiapkan produk sesuai pesanan.

 

Lalu, ada lagi sistem dropship, yang membuat kamu bisa mulai berjualan meskipun tanpa produk. Yang perlu kamu lakukan adalah mencari supplier dan mempromosikan produk tersebut.

 

Sudah punya produk sendiri, tapi masih kesulitan mengirim keluar kota? Kamu bisa coba bekerja sama dengan penyedia jasa warehouse atau gudang bersama. Beberapa vendor juga melayani jasa pengiriman, jadi kamu tak perlu susah mikir lagi.

 

Kemudahan-kemudahan itu membuat penjual tak perlu berlama-lama stand by di toko untuk menjaga belanjaan dan memproses tiap pesanan. Semua proses penjualan otomatis bergeser ke online via smartphone atau laptopmu. Kamu bisa mulai proses pesanan di malam hari dan mengirimkan pesanan di keesokan paginya.

 

 

Tantangan jualan online yang akan kamu hadapi

Ecommerce memang menjanjikan banyak kemudahan untuk semua orang berkat kemampuannya meringankan berbagai pekerjaan di waktu yang bersamaan. Itu alasannya kenapa penjual dan pembeli akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

 

Lebih dari 400 ribu online shop baru terdaftar di tahun 2017. Ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang masih menilai jualan online punya peluang menambah penghasilan mereka.

 

Dan nyatanya, pertumbuhan itu tak akan berhenti dalam waktu dekat. Karena diprediksi akan lebih banyak orang lagi yang akan mencoba memulai bisnis online, entah itu sekedar untuk menambah penghasilan atau jadi pekerjaan utama.

 

Sayangnya, dengan banyaknya newbie, justru membawa akibat yang tak mengenakkan. Semakin banyak penjual, semakin besar pula persaingan terjadi di pasar.

 

Dari jumlah newbie yang berkisar 400 ribuan tadi, diperkirakan hanya 10 ribuan yang dapat bertahan di tahun pertama, atau kurang dari 5% saja. Jumlah yang sangat sedikit dibanding potensi pasar yang masih sangat besar.

 

Selain harus bersaing dengan banyak newbie, seorang pedagang juga harus menaruh perhatian pada pemain lama yang sudah sukses berbisnis online. Persaingan ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang terjun di dunia jualan online.

 

Banyaknya newbie yang gagal di tahun-tahun awal bisnis seakan memberitahu bahwa kesulitan utama pebisnis online adalah menemukan ‘pelanggan pertama’ di masa tersebut.

 

 

Hal yang harus kamu perhatikan dalam jualan online

Bagi kami di Storelogy, tak seharusnya banyak bisnis harus gugur di awal hidupnya. Kehadiran newbie hampir selalu menawarkan sesuatu yang baru di tengah pasar yang mulai monoton. Semangat bersaing yang menggebu-gebu, membuat newbie selalu memberi kesan tersendiri.

 

Sebenarnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan setiap newbie, untuk mengantisipasi kegagalan di masa yang akan datang. Apa saja?

  • Mindset yang kuat
  • Fokus hanya 1 produk saja
  • Tentukan target pasar
  • Jangan takut berkreasi

 

Kuatkan niat dan mindset

Lebih dari 80% orang yang gagal di bisnis jualan online tidak punya niat yang kuat ketika memulai usahanya. Siapa yang menyangka niat juga menjadi bagian penting dari sebuah bisnis, bahkan sebelum bisnis itu lahir.

 

Semua itu karena peran penting niat baru akan terlihat ketika bisnis mulai dilanda berbagai masalah. Tak seperti modal uang atau tenaga yang memang dibutuhkan di awal, kekuatan niat baru akan teruji di fase pertumbuhan bisnis.

 

Kamu harus meyakini satu hal: semua bisnis di dunia ini pasti mengalami masalah. Tak satupun perusahaan lepas dari masalah, bahkan yang terbesar sekalipun.

 

Niat yang kuat adalah koentji dalam mengatasi masalah, seberat apapun itu. Mental untuk terus berjuang, tak takut untuk terus mencoba, dan bagaimana respon terhadap masalah itulah yang akan jadi titik balik terpenting dalam berbisnis.

 

Steve Jobs dan Elon Musk adalah 2 orang dari sekian banyak pebisnis sukses yang mengawali bisnis mereka dari sebuah niat besar yang kuat. Apple ingin mengubah peradaban manusia dengan sekelompok gadget yang mudah digunakan. Sedangkan Tesla ingin menghadirkan mobil yang ramah lingkungan, dengan teknologi tinggi, namun juga keren dilihat.

 

Kenyataannya, baik Apple dan Tesla juga tak terhindar dari masalah, terutama banyaknya saingan dari China dengan harga yang bak langit dan bumi. Lalu, apakah mereka bangkrut? Tidak. Mereka menemukan jawabannya, dan bahkan jadi jauh lebih sukses dari sebelumnya.

 

 

Perhatikan produk yang akan dijual

Produk (dan jasa) adalah salah satu komponen utama dalam berjualan. Ya jelas, kalau tak ada produk (atau jasa) tidak akan ada proses jual beli, ‘kan.

 

Tapi, bukan berarti semua benda bisa kamu jual. Karena pada dasarnya produk yang bisa dijual adalah yang orang lain butuhkan. Bisa jadi di suatu kesempatan kamu hanya bisa menjual 1 produk saja. Lalu, kamu harus menunggu lain waktu untuk menjual produk lainnya.

 

 

5K: kualifikasi yang harus dimiliki produk yang akan dijual

Banyak orang yang ingin berbisnis online juga kesulitan dalam menentukan produknya. Ini juga jadi masalah yang jika tak segera diselesaikan, akan berpengaruh pada performa jualan mereka di masa yang akan datang.

 

Sebenarnya, ada sebuah pola pikir yang bisa kamu pakai untuk menentukan produk apa yang akan kamu jual. Pola pikir tersebut saya singkat menjadi 5K (Kebutuhan, kelangkaan, kepopuleran, keunikan, kualitas).

 

  • Kebutuhan: seberapa besar kebutuhan pasar pada produk yang akan kamu jual. Apakah kebutuhan mereka sangat mendesak, atau malah mereka tak menyadari kalau mereka membutuhkan produk itu? Coba lihat sekelilingmu, apakah yang mereka butuhkan dan tak mereka butuhkan.
  • Kelangkaan: seberapa banyak produk yang akan kamu jual tersebar di pasar. Jangan-jangan sahabat dekatmu juga jualan produk ini. Bisa jadi semakin langka produknya, orang yang membeli bersedia bayar mahal untuk produk itu.
  • Kepopuleran: seberapa sering orang membicarakan sebuah produk, karena ada figur yang memakainya. Pernah membayangkan kenapa sebuah jaket buatan Garut jadi populer hanya karena dipakai kerja oleh presiden? Lalu, seperti apa penjualan jaket tersebut? Meledak. Jangan mau ketinggalan trend-nya, manfaatkan untuk keperluan jualanmu.
  • Keunikan: seberapa besar kemungkinan produkmu akan diingat oleh orang lain. Apa yang membuat produkmu sangat berbeda dari produk saingan dan layak dibeli oleh konsumen?
  • Kualitas: seberapa baik kondisi barang yang akan kamu jual. Misalkan kamu jualan jaket, apakah jaketmu itu tahan air, bisa melar, atau tak mudah rusak warnanya? Apakah bahan yang kamu pakai adalah bahan dengan grade tertinggi?

 

Kelima poin tersebut sebenarnya tak hanya bisa kamu gunakan untuk menentukan produk saja. Bisa juga kamu pakai untuk menentukan harga, cara pemasaran, branding, hingga cara pengemasan produk, loh.

 

 

Ada 2 produk, dibagi berdasarkan asalnya

Kalau dibagi berdasarkan asal sebuah produk, ada 2 sumber utama:

 

Produk sendiri: produk yang kamu buat sendiri. Bisa dari bahan mentah, atau bahan setengah jadi. Pastikan produk ini memenuhi poin keunikan dan kualitas, karena bisa jadi kedua poin tersebut yang akan meningkatkan nilai jual produkmu diantara para sainganmu.

 

Tips: Jualan produk sendiri lebih cocok untuk orang yang sudah memiliki modal cukup dan manajemen bisnis yang sudah berjalan dengan baik. Tapi bukan berarti kamu yang sudah punya produk sendiri tak cocok, hanya saja kamu harus menyiapkan lebih banyak tenaga dan emosi karena kemungkinan gagalnya lebih besar.

 

Produk orang lain: produk yang dibuat oleh orang lain dan kamu berperan sebagai penjual dari produk itu. Kamu bisa berjualan produk tersebut dengan menjadi Dropshipper/Reseller. Pastikan kamu mencari produk yang bisa memenuhi poin kebutuhan, kelangkaan, atau kepopuleran, karena banyak orang yang akan mencari produk tersebut.

 

Tips: Jualan produk orang lain lebih cocok untuk pemula, karena resiko ruginya lebih kecil dibanding produk sendiri. Jadi, bisa lebih fokus untuk mempelajari faktor-faktor yang menentukan keberhasilan jualan online.

 

 

Fokus menjual 1 produk sejenis

Pernah dengar istilah PALUGADA? Atau, apa lu mau gua ada? Sederhananya: satu toko yang menjual apapun yang bisa dijual.

 

Kalau kamu setuju dengan cara itu, sebaiknya kamu berhenti dan memikirkan kembali dari awal. Menjual banyak hal yang nggak nyambung satu sama lain sekaligus bukanlah pilihan yang bijak. Percayalah.

 

Ada alasan kenapa Starbucks bisa setenar sekarang. Pun juga Nike dengan koleksi sepatu-sepatunya. Apakah itu? Konsisten menjual 1 produk sampai berhasil, baru menjual produk lainnya yang sejenis.

 

Fokus berjualan 1 produk memberimu banyak waktu untuk mempelajari pasar, cara berkomunikasi dengan efektif, cara promosi hingga naik dan turunnya produkmu. Jadi kamu bisa ambil sebanyak mungkin pengalaman untuk mengembangkan bisnis di masa yang akan datang.

 

Selain itu, kamu juga akan lebih mudah dikenal ketika hanya berjualan 1 produk. Starbucks dengan menu kopinya, Nike dengan sepatunya. Kalau tokomu sudah dikenal dengan baik, kamu bisa kok menjual barang lain. Tapi, tetap barang sejenis yaa, agar lebih mudah berkembangnya.

 

 

Target pasar: yang akan jadi konsumenmu

Tahu kepada siapa kamu mau berjualan sama pentingnya dengan tahu apa yang mau kamu jual. Karena, setiap orang punya kebutuhan yang berbeda. Ini berlaku untuk siapapun. Bahkan, kebutuhanmu dan kakak/adikmu pasti berbeda, kan?

 

Tahu target pasar dengan spesifik juga akan memudahkan kamu ketika akan melakukan promosi, atau posting foto produk di Instagram kamu. Kamu bisa mengatur cara promosi atau foto produkmu sebagus mungkin sesuai kesukaan target pasarmu.

 

Misalkan kamu jualan produk jaket ala korea, dan target pasarmu adalah mahasiswa yang menyukai segala hal tentang korea. Kamu otomatis akan lebih sering post artis korea yang pakai jaket itu.

 

Akan sangat berbeda kalau kamu sekedar jualan tanpa tahu target pasarmu. Mungkin yang akan kamu lakukan adalah broadcast message ke banyak orang dan berharap ada yang tertarik. Terjual iya, tapi butuh effort yang sangat besar untuk menghasilkan penjualan itu.

 

Tak perlu sulit untuk menentukan siapa target pasarmu. Ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu pakai tanpa berfikir panjang dan melelahkan. Setelah tahu produk yang mau kamu jual, tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada dirimu sendiri:

 

  • Siapakah yang kira-kira mau membeli produk ini?
  • Apa jenis kelaminnya?
  • Berapa umurnya?
  • Apa pekerjaan, hobi, atau kesukaan yang lain?
  • Bahasa apa yang sering mereka pakai sehari-hari?

 

Dengan tips sederhana itu, kamu bisa tahu siapa yang akan jadi konsumenmu di masa yang akan datang. Setelahnya, kamu hanya perlu membuat materi promosi dan cara komunikasi sesuai dengan yang konsumen sukai.

 

 

Tentukan saluran jualan yang akan dipakai

Tahu target pasar akan membantumu merencanakan banyak hal, dari bagaimana caramu berkomunikasi, sampai memilih saluran yang akan kamu pakai untuk jualan. Memilih saluran jualan ini sama saja dengan memilih lokasi jualan, atau bisa dibilang dimana kamu akan buka tokomu secara online.

 

Setiap penjual akan dihadapkan pada proses ini. Memilih dimana mereka mau membuka lapak dan berjualan. Dan tahap ini bisa dibilang wajib.

 

Setidaknya ada 3 macam saluran yang bisa kamu pakai jualan: toko online sendiri, media sosial (personal atau bisnis), dan marketplace (sejenis Tokopedia, Shopee, dll).

 

Kamu bisa pilih salah satu, atau lebih ideal ketiganya sekaligus. Itu semua tergantung kemampuanmu, dan seberapa luang waktu yang kamu punya untuk mengelola setiap saluran dengan baik. Percuma punya banyak toko, tapi tak terurus, ‘kan?

 

 

Toko online

Toko online adalah website yang bisa kamu gunakan untuk berjualan produkmu sendiri. Dengan toko online, kamu bisa mencantumkan produk, hingga menata desain tampilan toko sesuai dengan yang kamu inginkan.

 

Sederhananya, kalau jualan online, kamu punya bangunan sendiri untuk jualan produkmu. Kamu bisa mengatur warna, tata letak, hingga alur pembelian.

 

Kelebihan:

  • Kamu bisa fokus jualan produkmu sendiri dalam satu toko/website
  • Bagus untuk branding, karena kamu bisa dengan bebas mengatur tampilan dan fungsi toko online
  • Kamu bisa mendapat database pelanggan, untuk pemasaran lanjutan
  • Proses jualan bisa lebih teratur
  • Lebih aman dalam hal pembayaran

 

Kekurangan:

  • Butuh waktu lebih lama untuk membuat toko online
  • Lebih sulit ditemukan oleh konsumen, terutama untuk yang belum pernah belanja di toko onlinemu sebelumnya
  • Banyak orang seringkali beranggapan kalau membuat toko online adalah hal yang merepotkan. Padahal, proses pembuatannya tak serumit yang mereka pikirkan.

 

Jika dibanding hasil yang akan di dapat, membuat toko online adalah sesuatu yang pantas (worth it) untuk dicoba. Contohnya adalah sepatu Bro.do yang mendapat banyak pesanan dari toko online, sekaligus membuat brand mereka lebih dikenal lagi.

 

Cara termudah membuat toko online

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat toko online, tergantung dari seberapa besar modal dan waktu luang yang kamu miliki.

 

Kalau kamu punya banyak modal dan tak mau ribet, kamu bisa mencari penyedia jasa pembuatan website (seperti picodio.com). Atau, kalau mau membuat sendiri kamu bisa pakai WordPress yang dipadukan dengan platform Woocommerce (tidak disarankan untuk pemula).

 

Tapi, ada lagi cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan platform khusus untuk membuat toko online.

 

Kamu bisa ikuti panduan ini, atau download gambarnya disini [link ke gambar]:

 

 

memulai jualan online dengan storelogy
Pertama, buka website storelogy.com. Dengan Storelogy, kamu bisa membuat toko online dengan lebih mudah, karena kamu hanya perlu memasukkan data-data penting saja, dan toko sudah bisa diakses. Selain itu, Storelogy menyediakan paket harga yang bisa kamu sesuaikan dengan modal bisnismu.

 

 


Kedua, klik tombol ‘daftar sekarang’ berwarna merah di pojok kanan atas

 

 


Ketiga, isikan data identitas diri dan data toko Anda

 

 


Keempat, konfirmasi emailmu dengan membuka akun email terdaftar dan klik link yang tersedia

 

 


Kelima, kamu akan masuk ke menu dashboard

 

 


Keenam, lengkapi data toko, seperti logo, alamat toko, kontak (WA atau SMS) dll

 

 


Masukkan produk yang akan kamu jual beserta deskripsinya

 


Atur metode pembayaran yang kamu terima untuk transaksi

 

 


Atur metode pengiriman yang kamu dukung.

 

Setelah semua langkah sudah kamu lewati, kamu akan bisa mengakses tokomu dan mulai jualan online. Seketika itu juga, konsumen bisa berbelanja. Jika sambungan internetmu lancar, kamu mungkin hanya butuh sekitar 15-30 menit sampai toko online-mu jadi dan bisa kamu gunakan. Tak perlu berlama-lama, ‘kan?

 

 

Media sosial

Buat kamu yang suka belanja online, pasti sering ketemu dengan akun-akun bisnis yang berjualan di Instagram atau Facebook. Tak heran, karena media sosial bisa dijadikan lapak untuk memajang foto produk sekaligus jualan online disana.

 

Dengan media sosial, kamu bisa berjualan sekaligus memajang produk jualan dan berinteraksi langsung dengan konsumenmu dalam waktu yang bersamaan. Dan yang lebih penting, GRATIS.

 

Namun, kamu harus benar-benar memperhatikan kualitas foto produk dan captionmu. Karena kalau jelek, followers bisa langsung scroll dan tak memperdulikan produkmu. Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar media sosialmu menarik:

  • Posting foto-foto yang berkualitas (hasil jepretan sendiri)
  • Konsisten, baik foto maupun captionnya
  • Gunakan bahasa yang sesuai dengan target pasar
  • Ikuti trend yang ada

 

Kelebihan media sosial:

  • Gratis
  • Jumlah pengguna banyak
  • Multifungsi

 

Kekurangan media sosial:

  • Manajemen pemesanan manual (via WA)
  • Harus mencari follower dulu
  • Membutuhkan waktu untuk update secara rutin

 

 

Marketplace

Yang dimaksud marketplace ini sebenarnya adalah mall/pasar online, seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Jadi, ketika kamu bergabung bersama mereka, kamu akan jadi salah satu merchant atau toko yang berjualan disana.

 

Artinya, kamu akan berjualan berdampingan dengan orang lain yang juga berjualan di website itu. Space yang tersedia akan kamu bagi dengan orang lain, yang sangat mungkin memiliki produk yang sama denganmu.

 

Namun, seperti mall pada umumnya, marketplace memiliki lebih banyak pengunjung daripada toko online. Oleh karena itu, perlu strategi khusus agar pembeli bisa menemukan tokomu diantara ribuan toko yang lain. Bisa jadi kamu harus memberikan diskon, atau promosi yang lain.

 

Hal ini dialami oleh salah satu klien Storelogy, dimana ia harus menurunkan harga jauh dari harga semula, karena ada penjual di website yang sama memasang harga lebih murah. Imbasnya, konsumen berpindah ke penjual dengan harga lebih murah.

 

Kamu juga akan kesulitan ketika melakukan branding dengan marketplace, karena kamu akan dibatasi oleh aturan-aturan yang dibuat oleh pemilik website. Termasuk dalam hal desain toko, warna hingga tata letak menu.

 

Kelebihan:

  • Lebih banyak pengunjung dan pembeli
  • Gratis, namun kalau ingin mudah ditemukan harus membayar untuk iklan
  • Lebih aman dari penipuan
  • Manajemen pemesanan jelas

 

Kekurangan:

  • Harus bersaing dengan ribuan toko lain (tak jarang harus turun harga)
  • Sulit untuk branding, karena desain mengikuti aturan website
  • Tak bisa memiliki data pembeli

 

Satu hal lagi, saluran apapun yang kamu pakai, kamu harus memperhatikan sebagus apa foto produk dan deskripsi produk. Foto dan deskripsi adalah hal pertama yang dilihat konsumen dari produkmu, usahakan agar konsumen melihat tampilan terbaik dari produk, agar cepat atau lambat mereka membeli di tokomu.

 

 

Tips menulis deskripsi produk

  • Buat sendiri kata-katanya. Copy paste justru akan membuat produkmu terlihat biasa saja.
  • Tonjolkan manfaat produk lebih dulu ketimbang spesifikasinya (kecuali produk elektronik)
  • Gunakan bahasa yang ringan dibaca, dan menyesuaikan target pasar

 

Tips memilih foto produk

  • Gunakan foto terbaik, jangan yang berdimensi kecil
  • Tampilkan foto ketika produk sedang dipakai
  • Gunakan lebih dari 1 foto

 

 

Cara mengatasi persaingan

Keunikan dibanding toko lain

Tak peduli kamu jualan apapun, dimanapun, dan kapanpun, kamu pasti akan menemukan saingan. Saingan seolah jadi hal yang selalu ada dalam setiap bisnis. Dan, kamu tak akan pernah bisa menghindar dari saingan, meskipun kamu pindah ke Afrika. Hehe

 

Tak ada yang bisa kamu lakukan untuk menyingkirkan persaingan, baik yang murah-murahan harga maupun banyak-banyakan promo. Kalau kamu nekat melakukan itu, bisa-bisa kamu sendiri yang tekor.

 

Satu hal paling efektif yang bisa kamu lakukan untuk memenangkan persaingan adalah dengan menjadi berbeda dibanding saingan. Saya suka quotes dari Pandji Pragiwaksono dalam tour Juru Bicara-nya kalau membicarakan saingan:

 

Kunci berkarya di dunia digital: sedikit lebih beda, lebih baik dari sedikit lebih baik.

 

Karya yang dimaksud oleh Pandji adalah karya yang dihasilkan oleh banyak orang, yang juga punya saingan masing-masing. Fokus Pandji ketika mengatakan itu adalah bagaimana mengatasi persaingan yang ketat.

 

Sepenting itukah? YA.

 

Ada lebih dari 100 ribu penjual hijab di luar sana, yang juga punya toko online, media sosial, dan marketplace. Dan hanya ada 1 toko yang akan dikunjungi oleh 1 orang. Bagaimana caramu agar tokomu ditemukan?

 

Yang unik, atau setidaknya yang lebih baik.

 

Tanyakan hal ini pada dirimu sendiri sebelum benar-benar berjualan:

Apa yang akan membuat konsumen menemukanmu?

 

Atau, yang lebih sederhana:

Apa keunikanmu dibanding toko lainnya?

 

Atau, yang lebih sederhana lagi:

Apa yang membuatmu lebih baik dibanding sainganmu?

 

Pikirkan hal itu sebaik mungkin. Kamu tak harus menjadi yang pertama atau yang terbaik dalam segala hal. Cukup menjadi berbeda atau lebih baik dari sainganmu.

 

Bisa jadi itu caramu melayani konsumen, bisa jadi itu pengetahuanmu tentang produk, bahkan bisa jadi itu niat utamamu dalam berjualan.

 

Jangan lupakan kesuksesan Apple karena niatnya menyediakan alat-alat yang lebih mudah dipakai dan memudahkan hidup orang banyak. Itulah perbedaan mereka: menciptakan produk yang berbeda dan selalu mempermudah hidup orang lain (contoh: iPhone – mobile phone dengan layar sentuh pertama di pasar).

 

 

Merek dan Brand

Menjadi berbeda dengan toko lain bukanlah hal yang sederhana, loh. Tapi, kamu tak perlu khawatir, karena cepat atau lambat kamu pasti menemukan apa yang membedakanmu dengan toko lain.

 

Meskipun kamu tak melakukan apapun yang istimewa, keunikan itu akan tergambar dengan sendirinya. Tapi, yang jadi pertanyaan adalah: apakah keunikan itu menguntungkan atau merugikan buat kamu?

 

Tak perlu menunggu lama untuk tahu keunikan apa yang kamu bisa dapat. Setidaknya kamu bisa mulai fokus melakukan 2 hal: memperkuat merek dan membangun brand yang positif.

 

Tapi, bukankah merek dan brand adalah hal yang sama? Tidak.

 

Banyak orang yang terjebak dengan ‘anggapan umum’ ini, yang menganggap merek dan brand adalah hal yang sama. Ketika saya mengikuti seminar branding beberapa minggu lalu, ada pertanyaan yang sama ditanyakan oleh pemateri.

 

Hasilnya, sesuai dengan dugaan saya, mayoritas menganggap merek sama dengan brand. Mereka juga kesulitan menjelaskan kenapa satu merek bisa lebih mahal dibanding merek lain, padahal produknya sama.

 

               . 
Seseorang ingin memberikan salah satu dari dua mobil ini padamu: Mercedes-Benz atau Toyota Vios. Mobil manakah diantara keduanya yang ingin kamu miliki?

 

Mercedes-Benz? Kenapa? Lebih keren, mahal, dan eksklusif?

 

Inilah letak perbedaannya: yang terlihat dan tak terlihat.

 

David Ogilvy, pakar advertising dunia, menjelaskan brand sebagai akumulasi efek tak terlihat dari sebuah merek. Sederhananya, brand adalah persepsi kamu terhadap sebuah merek.

 

Merek: Mercedes-Benz

Brand: Mahal, keren, eksklusif (setidaknya ini yang ada dipikiran saya)

 

Merek dan brand memang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Keduanya seolah akan selalu berdampingan. Sama seperti kamu melihat artis boyband korea, selalu ada persepsi khusus. Entah suka, atau tak suka.

 

Untuk lebih memahami perbedaan keduanya, cobalah pergi ke minimarket terdekat, tentunya setelah baca artikel ini ya. Lalu, perhatikan satu persatu merek yang ada di sana. Cari tahu apakah setiap merek ada perasaan tertentu yang keluar dari hatimu atau tidak. Jika ada, itulah brand, jika belum maka merek itu belum memiliki brand di benakmu.

 

Keduanya memang hal yang sangat berbeda. Merek bersifat menyeluruh dan umum, karena merek bisa dilihat, didengar dan disentuh, serta bisa dibedakan dengan mudah. Sementara brand bersifat subjektif dan abstrak. Tak bisa digambarkan dan bisa jadi berbeda antara satu orang dengan yang lain, tapi diyakini keberadaannya.

 

Dengan memiliki keduanya, sebenarnya sudah cukup buat kamu untuk mulai mengatasi saingan yang ada di sekelilingmu. Syarat utamanya adalah kamu harus dikenal oleh banyak orang, entah itu orang di sekitarmu atau orang yang jauh disana.

 

Kamu sudah baca tentang perbedaan merek dan brand di atas. Sekarang, bagaimana cara membuat merek yang baik dan brand yang akan selalu diingat?

 

Merek: identitas toko yang tak boleh terlewat

Sebelum baca lebih jauh, ada 1 hal yang harus kamu yakini dari merek: merek bisa dilihat, didengar, dan disentuh. Dimanapun ia berada, kamu akan dengan mudah mengenalinya. Gambar, tulisan, video hingga stiker.

 

Merek terdiri dari 3 komponen utama: nama, logo, dan warna dominan. Pastikan kamu memiliki ketiganya agar semakin mudah dikenali.

 

logo dan nama pendiri disney

Nama Disney berasal dari nama pendirinya, yaitu Walt Disney

 

Nama: tentukan nama yang mudah diingat dan bisa kamu banggakan. Awali dengan namamu sendiri, atau nama hewan atau benda yang kamu sukai, lalu rangkai dengan produk apa yang kamu jual.

 

 

logo centang nike

Asal mula logo nike adalah sayap Dewi Nike (keberuntungan)

 

Logo: buat logo yang sederhana, bisa dikenali meskipun sangat kecil. Kalau bingung, kamu bisa mulai membuat logo dengan inisial namamu sendiri.

 

 

panduan warna brand

memilih warna yang paling sesuai dengan merekmu

 

Warna dominan: tentukan warna yang menurutmu menarik. Pastikan kamu konsisten memakainya di semua desain produk dan promosi. Termasuk di media sosial dan toko offline (kalau ada).

 

Dengan punya merek, orang tak akan kesulitan mencari tokomu. Mereka bisa dengan mudah mencarinya di media sosial atau tanya ke om google.

 

 

Branding dari hal yang paling sederhana

Setelah merek selesai, kamu bisa fokus untuk mulai membangun brand. Tapi, membangun brand tak semudah membuat merek. Kunci dari kesuksesan membangun brand adalah konsisten, dalam hal apapun. Baik itu layanan, respon chat, bahasa yang digunakan, sampai packaging produk.

 

Sebenarnya, branding adalah hal yang sangat kompleks, karena berkaitan dengan semua hal yang ada dalam bisnismu. Oleh karenanya, banyak pakar iklan menyebutnya sebagai usaha marketing yang tak lekang oleh waktu dan tak akan pernah berakhir.

 

Tapi, bukan berarti tak semua orang bisa melakukannya. Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan. Yang terpenting, terus konsisten.

 

Yang pertama harus kamu lakukan adalah tahu siapa target pasarmu. Beruntung buat kamu yang baca artikel ini dari awal, karena kamu sudah tahu bagaimana cara menemukan target pasar.

 

Tahu target pasar artinya kamu tahu siapa yang akan kamu ajak bicara untuk menawarkan produkmu. Gunakan bahasa yang sesuai dengan target pasarmu, dan lakukan ini kapanpun dan dimanapun, baik ketika merespon chat, menulis deskripsi produk, atau menulis caption.

 

Bisa juga diwujudkan dalam bentuk layanan yang baik, seperti packaging produk yang rapi, pengiriman cepat, dan konsultasi gratis. Kamu tentu bisa melakukan semua dengan baik kan.

 

Cara-cara di atas bisa dilakukan semua orang, termasuk kamu. Hanya saja, tak semua orang bisa konsisten. Makanya, saya bilang dari awal, kuncinya adalah terus seperti itu apapun yang terjadi.

 

Ketika kamu merasa sudah bisa melakukannya, ada cara-cara lain yang lebih kompleks. Cara ini tentu akan membawa tokomu untuk punya brand yang lebih kuat lagi. Tapi tentu saja effort-nya lebih besar.

 

Cobalah berkreasi dengan foto produk, atau video. Kamu bisa posting foto dan video itu di Instagram, atau Youtube. Kontennya? Apapun: tips dan trik, Outfit of the Day, cara masak, dan banyak lagi.

 

Intinya adalah sesuaikan foto dan video tersebut dengan hal apa yang ingin kamu masukkan ke kepala konsumen dengan foto atau video tersebut.

 

Bukan hal yang mudah mempelajari sesuatu tanpa ada contohnya, kan? Coba lihat feed dari saingan terberat kamu. Misal kamu di bidang pakaian olahraga, kamu bisa lihat Nike. Hijab ada Zoya atau Elzatta. Sesuaikan dengan produk yang kamu jual ya.

 

 

Cara promosi produk online

Mencari pelanggan adalah fase paling sulit dari sebuah bisnis. Jalan atau tidaknya sebuah bisnis ditentukan dari ada atau tidaknya orang yang membeli produk. Makanya, fase mencari konsumen adalah fase-fase yang krusial, baik untuk bisnis baru maupun lama.

 

Sekedar posting di toko online, Instagram, atau marketplace tak akan menyelesaikan masalahmu seketika. Karena menawarkan produk pada calon pembeli hanya dengan menunjukkan foto tidak cukup.

 

Bayangkan saja kamu mau beli sebuah barang. Ada 2 orang yang menawarkan barang yang sama seperti yang kamu mau. Bedanya, yang satu orang asing, yang lain sahabat yang sudah kamu kenal dengan baik.

 

Dengan barang yang sama, dan harga yang sama, kamu akan beli ke siapa? Sahabatmu, ‘kan? Meskipun harganya lebih murah orang asing itu, kamu akan lebih nyaman beli di sahabatmu.

 

Itu karena manusia menyukai hal-hal yang membuat ia merasa nyaman dengan keputusannya. Salah satu cara membuat mereka nyaman adalah memperkenalkan diri dengan baik, dan menjadi teman yang baik juga.

 

Oleh karenanya, kamu perlu melakukan hal-hal lain untuk mengenalkan produkmu pada orang lain. Disitulah fungsi promosi, memberitahukan produkmu ke orang lain, dengan cara yang efektif dan efisien.

 

Kamu bisa pakai media sosial, akun Whatsapp, Line, dan akun-akun pribadimu yang lain sebagai sarana promosi. Atau, kalau kamu mau efek yang lebih luas, kamu bisa pakai promosi berbayar, seperti iklan atau endorse.

 

Kamu memang harus siap dengan satu konsekuensi: promosi tak selamanya murah, mudah, atau bahkan gratis. Ada masa dimana kamu harus berani mengambil resiko mengeluarkan modal untuk promosi.

 

Keberhasilan bisnis juga ditentukan dengan seberapa besar usaha yang kamu buat untuk promosi. Karena bagaimana pembeli akan membeli di tokomu, kalau mereka tak tahu tentang tokomu dan kelebihan yang ditawarkan dibanding toko lain.

 

 

Jenis promosi yang paling efektif untuk mendatangkan pelanggan

Kamu bisa mulai melakukan promosi dengan cara memperkenalkan produkmu secara langsung ke orang terdekatmu. Atau, posting di media sosial pribadi dan cara lain.

 

Apapun yang kamu lakukan, tujuan utama promosi harusnya memperkenalkan produkmu. Jadi lakukan dengan baik, agar persepsi orang lain terhadap tokomu juga baik.

 

Tapi, kalau bisa mendatangkan pembeli di saat promosi, kenapa tidak? Kamu bisa pakai cara-cara ini untuk memancing pengunjung belanja di tokomu.

 

Diskon / potongan harga

Di antara jenis promosi yang lain, diskon ini adalah yang paling populer. Tak hanya penjual, tapi jua pembeli. Diskon jadi favorit, apalagi di tanggal-tanggal tertentu.

 

Kamu juga bisa menerapkan diskon, terutama di tanggal penting, loh. Tapi, yang perlu diingat adalah, jumlah potongan jangan sampai melebihi batas minimal penjualan. Jadi kamu gak akan rugi-rugi banget lah.

 

Pastikan di harga setelah diskon kamu masih bisa mengambil untung. Atau, kalau masih kurang, kamu bisa ambil opsi dengan rugi sedikit. Kamu juga bisa memberikan diskon di pembelian berikutnya.

 

Kreatiflah dalam menentukan opsi yang akan kalian pakai.

 

Free ongkir

Selain diskon, jenis promosi yang populer lainnya adalah free ongkir, atau gratis biaya kirim. Ada sebuah penelitian yang konon mengklaim kalau pembeli justru lebih suka membeli barang yang gratis pengiriman.

 

Dengan free ongkir, kamu bisa menciptakan efek psikologis di benak konsumen. Konsumen akan melihat harga murni dari sebuah barang, tanpa takut bertambah karena ongkos kirim. Kamu bisa memasang besar-besar tulisan free ongkir agar lebih meyakinkan konsumen.

 

Ada sebuah trik yang sering dilakukan banyak penjual: menaikkan harga jual sebuah produk, lalu memasang promo free ongkir. Jadi biaya free ongkir tadi akan ditutup dari selisih itu.

 

Buy One Get One Free

Kalau kamu merasa produkmu sisa banyak, tapi tak tahu cara efektif untuk menghabiskannya, perkenalkan: Buy One Get One Free (BOGOF). Beli satu gratis satu.

 

Dengan bayar satu barang, konsumen akan langsung mengambil 2 barang. BOGOF akan membuat konsumen mau tak mau mencari tandem untuk belanja.

 

BOGOF ini bisa sangat efektif loh kalau kamu pintar memadukan dengan tanggal yang tepat. Misalnya: Valentine day, lebaran, dan tahun baru.

 

Harga -1 sampai -1000

Kalau ini, kamu yang suka belanja di supermarket pasti paham. Mengurangi harga dengan digit 1 sampai 1000, agar membuat kesan harga lebih murah dari sebelumnya.

 

Trik ini akan ‘menipu’ konsumen secara psikologis. Jadi konsumen merasa harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding harga aslinya.

 

Jadi, pernah tertipu?

 

Flash sale

Kamu tau, flash sale ini lagi populer di industri ecommerce di Indonesia loh. Semenjak lebaran tahun 2017 lalu, marketplace sering mengadakan flash sale, sampai sekarang.

 

Kamu jangan mau ketinggalan hype-nya. Adakan flash sale versimu sendiri.

 

Keuntungan flash sale adalah, pengunjungmu akan meningkat dengan drastis. Selain itu, kamu juga bisa dapat banyak kontak yang bisa kamu pakai untuk sarana promosi.

 

Saluran Promosi

Untuk melakukan promosi yang efektif dan efisien, pertama kamu harus tahu saluran apa saja yang bisa kamu pakai untuk promosi. Saluran ini bervariasi, ada yang gratis, murah, hingga berbiaya mahal.

 

Yang perlu kamu lakukan adalah mencari saluran yang pas dengan tokomu. Saluran promosi yang murah kecil kemungkinan menghasilkan pelanggan, sebaliknya saluran yang mahal lebih besar kemungkinannya.

 

Tapi, tak semuanya berlaku seperti itu. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa dapat pelanggan dari toko gratis. Sebaliknya, kalau strategimu salah, biaya sebanyak apapun hanya akan mendatangkan sedikit pembeli.

 

Feed dan story media sosial

Punya media sosial, bagi para pebisnis, bisa dibilang sebuah kewajiban. Kenapa? Pertama, karena gratis. Kedua, sarana paling mudah untuk menampilkan produk. Ketiga, bisa dilakukan oleh siapapun.

 

Jadi, jangan heran kalo bisa jadi setiap bisnis punya media sosial masing-masing. Dan, jangan heran juga kalau semakin banyak penjual, semakin banyak akun media sosial bisnis yang seliweran di feed FB atau IG kamu.

 

Tapi, makin banyak akun bisnis tentu akan berdampak pada makin banyaknya saingan di saluran yang sama. Kalau semua akun bisnis upload produk fashion, ada berapa peluangmu untuk dapat konsumen? Sangat sedikit.

 

Inilah alasan saya mengatakan: yang gratis dan mudah belum tentu menghasilkan.

 

Jika kamu memutuskan untuk membuat akun bisnis, ada baiknya kamu lebih fokus pada engagement, atau interaksi dengan followers mu. Semakin dekat kamu dengan followers mu semakin besar kemungkinan mereka belanja di tokomu.

 

Toh, punya media sosial yang keren juga bisa jadi senjata untuk branding tokomu.

 

Chat personal (WA, LINE, dll)

Mau cara yang lebih personal? Kamu bisa coba pakai aplikasi messaging yang kamu punya. Coba tawarkan produk yang kamu jual via pesan broadcast ke kontak yang kamu punya.

 

Cara ini lebih efektif untuk mengenalkan tokomu kepada orang terdekatmu. Dengan begitu, kamu bisa memastikan kenalanmu tahu kalau kamu jualan produk ini dan itu.

 

Tapi, broadcast juga punya sisi negatif. Temanmu mungkin akan merasa risih jika kamu tiba-tiba mengirimi promosi tanpa ada alasan yang jelas.

 

Jadi, kalau kamu pakai cara ini, lebih berhati-hatilah dalam mengirim pesan, atau kamu akan dianggap mengganggu dan temanmu akan dengan mudah menghiraukan pesan yang kamu kirimkan.

 

Email marketing

Kalau personal chat hanya terbatas pada orang-orang yang kamu kenal, lalu bagaimana dengan orang yang tak dikenal, tapi pernah berbelanja di tokomu?

 

Email bisa menjawab pertanyaan itu. Yang kamu perlukan hanya alamat email konsumen, dan kamu bisa mengirim berbagai macam promosi produk via email.

 

Cara email ini efektif untuk mengembalikan konsumen, agar mereka mau belanja lagi di tokomu. Ini karena kamu bisa mengirimkan promosi produk-produk lain langsung ke alamat email pembelimu.

 

Email ini bisa kamu kirimkan secara personal secara gratis. Tapi, kamu harus memasukkan alamat satu persatu kedalam email yang kamu kirim. Selama kamu bisa melakukannya, tak apa. Tapi kalau kamu sudah kesulitan karena banyaknya kontak, kamu bisa pakai tools seperti kirim.email dan sejenisnya.

 

Iklan (FB & IG atau Google Ads)

Promosi dengan gratis memang memberi banyak keuntungan bagi penjual. Tak perlu membayar dan mengurangi modal untuk menambah stok barang. Namun, promosi gratis memiliki tingkat efektifitas yang rendah.

 

Ini memang kelemahan dari sarana promosi gratisan. Kamu bisa banyak mengirim promosi via saluran yang gratis, tapi usahamu mungkin tak akan sebanding dengan jumlah konsumen yang membeli di tokomu.

 

Selain itu, saluran gratis seperti feed media sosial akan membatasi jangkauan promosi. Hanya teman-teman dan followers mu saja yang akan terkena promosi. Sebagai penjual, tentu berjualan pada teman tak cukup, kan? Harus ada alternatif lain.

 

Opsinya adalah iklan. Iklan jadi saluran yang lebih efisien karena lebih bisa menjangkau banyak orang sekaligus. Iklan bisa jadi solusi buat kamu yang ingin bisnis tumbuh lebih besar lagi.

 

Tapi, iklan adalah saluran berbayar. Jadi kamu akan diminta untuk menyerahkan sejumlah uang setiap kali kamu beriklan.

 

Ada banyak pengusaha di luar sana yang sukses dengan menggunakan iklan. Contohnya Andre Halim, salah satu pemateri Workshop Storelogy, yang bisa menghasilkan $1200 per hari.

 

Iklan yang sering dipakai oleh penjual di luar sana ada 2: Google Ads dan Facebook/Instagram Ads. Keduanya punya keunggulan masing-masing.

 

Secara umum, google ads adalah iklan yang digunakan oleh google, sehingga websitemu akan diusahakan muncul di halaman pertama. Sementara Facebook/Instagram Ads adalah iklan yang akan muncul di sela-sela feed FB dan IG.

 

Sadar atau tidak, sebenarnya kamu pernah melihat kedua jenis iklan tersebut. Coba ingat-ingat kembali ketika kamu mencari sesuatu di Google, dan menemukan beberapa hasil ada tulisan ‘ad’ di atasnya.

 

contoh Google Ads

 

Lalu, ketika scroll feed di IG, kamu melihat produk dan akun yang tak pernah kamu follow tampil di sela-sela feed. Biasanya, post tersebut bertuliskan ‘sponsored’ di bawah nama akun.

 

contoh Instagram ads

 

Dengan iklan ini, kamu bisa mendapat banyak kunjungan ke toko, terutama dari orang yang tak kamu kenal. Itulah alasan kenapa iklan penting.

 

Endorse

Saluran yang terakhir ini termasuk saluran yang paling mahal di antara saluran yang lain, bahkan melebihi iklan. Namun, efek yang ditimbulkan juga akan lebih besar dibanding iklan, apalagi saluran gratis.

 

Kalau kamu pernah melihat seorang artis yang tengah memegang satu produk dan menawarkan produk itu, berarti kamu sedang melihat endorse.

 

contoh endorsement

 

Ada beberapa kelebihan instan yang bisa kamu dapat dari endorse: follower artis tersebut, branding, dan produkmu akan semakin dikenal.

 

Tapi, endorse bisa memakan biaya yang sangat besar, tergantung dari siapa artis yang kamu pakai untuk promosi. Oleh karenanya, kamu harus benar-benar hati-hati dalam menentukan apakah kamu perlu endorse atau tidak; dan dalam memilih artis yang mau kamu jadikan endorse produkmu.

 

Layanan yang baik adalah prioritas untuk bisnis yang baik

Jadi penjual yang baik bukanlah penjual yang bisa mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari konsumennya. Pun juga bukan yang menjual paling banyak barang dalam waktu singkat saja. Tapi, yang bisa melayani konsumen dengan baik.

 

Penjual yang bisa melayani pembeli dengan baik, akan lebih disukai pembeli. Dan, ketika konsumen nyaman membeli di satu toko, mereka kemungkinan besar akan membeli lagi di toko tersebut.

 

Pernahkah kamu merasa menjadi pembeli yang diperlakukan dengan baik? Itulah yang kurang lebih dirasakan konsumen yang puas dan senang, berkat keramahan dan kebaikan layanan penjual.

 

Kalau kamu bisa memberikan pelayanan yang baik ke pembeli, kamu bisa mendapat beberapa keuntungan sekaligus: membuat konsumen kembali lagi, dan tokomu akan direkomendasikan pada orang lain.

 

Apa aja layanan yang baik itu?

Memberikan layanan terbaik bukanlah sesuatu yang sulit sebenarnya. Kamu cukup memperlakukan konsumen kamu seperti teman atau sahabat sendiri.

 

Apapun yang kamu lakukan ketika chat atau telpon ke temanmu, lakukan juga buat konsumen. Yang penting, kamu harus konsisten.

 

Apa aja?

 

Respon cepat: usahakan membalas chat kurang dari 5 menit, kecuali kamu tidur, ya.

 

Ramah: gunakan bahasa yang baik, dan sopan. Jawab semua pertanyaan dengan baik, tanpa bahasa yang menyalahkan atau memojokkan konsumen.

 

Packaging: usahakan membungkus produk sebaik dan seaman mungkin. Kamu bisa tambahkan stiker atau kartu ucapan di dalam bungkusnya.

 

Pengiriman: pilih kurir yang cepat dan terpercaya. Jangan ragu untuk terus selalu update dengan proses pengiriman

 

 

Kunci jualan online: sabar dan terus berusaha

Kalau kamu mengira jualan online adalah hal yang mudah, maka bisa jadi kamu salah. Pada dasarnya, setiap usaha yang kamu jalankan, membutuhkan kerja keras untuk meraih keberhasilan.

 

Berjualan online juga serupa. Kalau kamu punya niat hanya untuk mencari penghasilan sampingan, maka jangan heran kalau penghasilan yang kamu dapat segitu-segitu aja. Sebaliknya jika kamu benar-benar berniat berjualan online, kamu akan mendapatkan banyak darinya.

 

Intinya adalah tak ada yang instan. Semua butuh proses, kesabaran dan keuletan kamu dalam menghadapi banyak hal, termasuk masalah, dalam berjualan. Jangan berekspektasi jualan online itu tanpa masalah ya.

 

Selain itu, jualan juga membutuhkan proses yang tak singkat dan waktu yang cukup panjang. Banyak pebisnis di luar sana yang menganggap sebuah bisnis bisa dikatakan settle, jika bisnis itu bisa bertahan 5 tahun. Lakukan apapun agar bisa bertahan. Tapi harus yang baik-baik ya.

 

Makanya, jualan online akan sangat mengandalkan niat dan tujuan yang kuat dari pelakunya. Niat dan tujuan itu akan terus menerus diuji di tengah jalan. Jadilah kuat jika ingin jadi penjual yang sukses.

Post a Comment