Apa yang Bisa Setiap Pebisnis Pelajari dari Cara Promosi Online Marvel Studios

Cara promosi online yang dilakukan oleh Marvel Studios bisa bikin kita gemetaran. Film terbarunya saja, Spiderman: Far From Home, yang dirilis di bioskop Indonesia pada 3 Juli 2019 dan masih tayang sampai saat ini menghasilkan keuntungan yang super besar. Berdasarkan laporan NME, yang dikutip oleh tirto.id, film ini telah menghasilkan $310 juta di seluruh dunia hanya dalam waktu satu minggu.

 

Selain itu, kesuksesan serupa diraih oleh Avengers: Endgame, yang mendapatkan lebih dari 9 juta penonton di seluruh bioskop Tanah Air, kata pengamat film Indonesia Yan Widjaya yang dilansir dari Kumparan.com. Secara global, film lanjutan Avengers: Infinity War ini berhasil meraup keuntungan sebanyak $2,62 miliar atau lebih dari Rp.364 miliar.

 

Kesuksesan kedua film terakhir marvel tersebut menggambarkan betapa kuatnya strategi promosi yang dieksekusi oleh Marvel. Penasaran bagaimana promosinya? Yuk kita simak bagaimana cara Marvel Entertaiment mempromosikan film mereka.

 

Branding

 

Branding adalah kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk membangun brand atau merk, agar perusahaan atau produkmu dikenal oleh target marketmu. Setelah perusahaan atau produkmu familiar di mata target market, kamu akan lebih mudah melakukan promosi, karena mereka akan lebih mudah mencerna informasi yang didapat.

 

Branding menjadi salah satu fokus utama marvel dalam mengembangkan setiap filmnya. Branding penting untuk membuat promosi menjadi lebih efektif, sebagai identitas produk atau perusahaan. Kamu bisa melakukan branding di banyak media, seperti jejaring sosial, website, dan berbagai media online lainnya.

 

Marvel Entertaiment merencanakan dan mengeksekusi kegiatan branding mereka dengan serius. Dari prosesnya yang panjang, tim Storelogy meringkasnya menjadi beberapa poin utama. Yuk kita simak baik-baik.

 

 

Cara Marvel membangun brand

Marvel telah memproduksi banyak film dan superhero. Juga sudah lama sekali mengumumkan bahwa setiap film dan superhero berkesinambungan dalam satu garis besar cerita, yaitu Marvel Cinematic Universe (MCU).

 

Lewat MCU ini, Marvel membuat serangkaian film yang menceritakan seluk beluk dari setiap superhero. Sehingga, Marvel memiliki banyak ruang dan waktu untuk menceritakan detail kejadian dari cerita yang panjang. Akibatnya, penonton dapat dengan lebih mudah memahami cerita dan karakter yang dibawa setiap karakter.

 

Dari sinilah Marvel membangun brand mereka sebagai salah satu rumah produksi yang diperhitungkan. Marvel secara konsisten membuat film dengan kualitas jempolan dan cerita yang menarik.

 

Hasilnya, brand Marvel secara keseluruhan menjadi makin kuat. Hal tersebut berimbas pada penonton yang terus bertambah dan kesuksesan dalam jangka panjang, meskipun pada superhero yang tak dikenal sebelumnya (e.g: Ant-man dan Dr. Strange).

 

Membangun tren di media sosial

Kesuksesan Marvel dalam membuat film yang menarik, juga dibarengi dengan eksekusi internet marketing yang handal. Dalam hal ini, pengelolaan media sosial yang baik.

 

Marvel paham betul bahwa mayoritas penontonnya menggunakan media sosial. Media sosial juga menawarkan beberapa hal yang menarik sebagai alat promosi, yaitu gratis, bebas, dan pembicaraan yang bersifat dua arah.

 

Untuk memanfaatkan keunggulan media sosial tersebut, Marvel membuat akun di masing-masing platform. Mulai dari Instagram, Twitter, Youtube, Facebook, bahkan website atau blog. Kecerdikan Marvel yang lain adalah, mereka juga membuat akun untuk setiap film yang mereka rilis.

 

Hasil akhir yang diharapkan oleh Marvel adalah penonton dapat dengan mudah menemukan potongan infomasi mengenai film, dan mulai membagikannya ke kerabat dekat mereka. Dan, sekali lagi, strategi mereka berjalan dengan mulus.

 

Kolaborasi yang strategis

Cara lain yang ditempuh oleh Marvel Entertaiment untuk meningkatkan brand mereka adalah dengan menjalin kerjasama dengan beberapa merk besar. Terhitung ada beberapa merk yang tergabung, seperti Walmart, Audi, Hurley Davidson, Uniclo, dan lainnya.

 

Marvel sadar jika mereka dapat memperoleh keuntungan melalui jumlah fans dari merk-merk yang tidak sedikit. Sehingga, tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mempromosikan film-film karya Marvel Entertaiment.

 

Audi, yang merupakan perusahaan otomotif, meminjamkan produknya kepada Marvel yang untuk dipakai oleh para aktor dan aktris dari film Marvel dalam event Red Carpet World Premier.

 

Sedangkan Walmart, membuat game berbasis Augmented Reality yang dapat diakses di Google Play Store dan Apple Store. Untuk memainkan game ini, pengguna dibekali dengan 1 superhero Marvel. Kemudian mereka harus mencari semua superhero yang masih terkunci dengan pergi ke gerai Walmart terdekat dan mencari logo bertanda khusus, lalu arahkan smartphone kalian ke logo tersebut untuk mendapat karakter yang lain.

 

 

Rebranding di saat yang tepat

Brand, seperti halnya pakaian yang kita pakai, ada kalanya harus tetap diperbarui, atau bisa disebut rebranding. Hal ini dilakukan agar brand terus eksis sesuai perkembangan zaman. Marvel juga melakukan hal serupa di beberapa film-nya, yang paling mencolok adalah seri Avenger.

 

 

Marvel menerapkan pergantian pada logo untuk film-film Avengers berdasarkan cerita keseluruhan film atau tokoh villain di film tersebut. Seperti contoh Avengers: Age of Ultron, dimana laan utamanya adalah sebuah robot pintar bernama Ultron.

 

Penggantian logo tersebut bertujuan untuk menjelaskan secara singkat bahwa di film terakhirnya, Avengers: Endgame, lawan utamanya adalah Thanos, yang berwarna ungu. Sehingga calon penonton akan lebih familiar dengan warna tersebut dan penasaran dengan alur cerita dari film tersebut.

 

Perubahan seperti ini dilakukan oleh Marvel hanya dalam kasus tertentu saja. Jadi, bukan berarti kamu bisa dengan bebas mengubah brand yang telah ada dan kuat. Perlu perhatian khusus terhadap perkembangan brand, untuk mengetahui kapan kamu bisa melakukan rebranding.

 

Alasan paling sederhana yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk rebranding adalah ketika perkembangan jaman, dan teknologi komunikasi. Kamu harus bisa mengantisipasi berbagai perubahan yang signifikan. Agar brand kamu tetap familiar di mata konsumen, meskipun berganti generasi.

 

 

Pengelolaan Media Sosial

Salah satu cara paling sederhana untuk melakukan promosi online adalah dengan menggunakan media sosial. Selain karena penggunaannya yang sederhana dan berbiaya rendah, media sosial menjadi salah satu media yang memiliki banyak pengguna. Bahkan, Facebook saja telah memperoleh 150 juta pengguna sampai tahun 2018 kemarin.

 

Kamu sebenarnya bisa melakukan berbagai macam hal dalam media sosial, mulai dari menata feed Instagram, stories, IG TV, hingga advertising. Namun ada dua hal penting yang harus kamu pertimbangkan: pemilihan channel dan konten. Berikut poin-poin yang dibahas:

 

Beragam platform yang bisa kamu pilih

Kunci dari marketing di era media sosial ini adalah mengenal dengan baik setiap platform, termasuk kelebihan, kekurangan, dan fitur-fitur yang ada. Dengan mengenali setiap platform, kamu bisa membuat konten yang sesuai dengan karakteristik platform.

 

Kamu bisa memilih beberapa media sosial sekaligus sebagai senjata marketing. Di Instagram kamu bisa membuat akun bisnis untuk mendapat fitur lebih lengkap. Kamu juga bisa membuat akun [email protected] agar bisa melakukan promosi lebih luas. Atau, Facebook Page untuk membuat orang-orang yang menyukai produkmu bisa lebih dekat denganmu.

 

Selain ketiga media sosial tersebut, ada beberapa media sosial lainnya yang mungkin juga cocok sebagai sarana promosi. Akan lebih baik lagi kalau jika kamu mempunyai toko online sendiri yang terintegrasi dengan berbagai akun sosial media bisnismu. Hal itu akan mempermudah kamu dalam melakukan penawaran dan calon pelanggan menemukan untuk membeli produkmu.

 

Bagaimana Marvel membuat konten yang menarik

Bagian penting kedua yang harus kamu perhatikan dalam melakukan promosi di media sosial adalah konten yang menarik. Dengan konten, kamu bisa menarik perhatian calon konsumen sekaligus membuat mereka penasaran akan produk yang kamu tawarkan.

 

Dari berbagai platform yang sudah disebutkan di atas, kami telah mempelajari beberapa post yang dikeluarkan oleh Marvel melalui akun instagramnya @marvel. Kami coba melihat post apa saja yang diunggah oleh Marvel sehingga mereka bisa engage dengan penggemar mereka. Selain Instagram post, kami juga melihat Stories, IG TV, dan highlight.

 

Apa saja?

 

1. Behind the scene dan potongan klip dari film-film mereka,

 

Untuk para penggemar, posting sejenis ini bisa bermanfaat sebagai media untuk bernostalgia. Selain itu, kamu bisa membangun kepercayaan konsumen dengan menampilkan proses pembuatan produk.

 

 

2. Testimoni dari beberapa fans. Dapat berupa video, repost, atau restories,

 

Testimoni berfungsi sebagai ajang pembuktian sebuah brand dapat diterima oleh konsumen. Keraguan yang dialami calon konsumen bisa kamu atasi dengan membuat konten semacam ini.

 

 

3. Video promosi film, seperti teaser dan trailer,

 

Jenis posting seperti ini akan membuat konsumen dan calon konsumen penasaran dengan produk yang akan di-launching atau dipasarkan. Membocorkan sedikit demi sedikit informasi berguna agar konsumen bisa tahu apa sebenarnya produk yang akan muncul.

 

 

4. Game. Seperti pop up quiz,

 

Selain menantang, game juga memberi efek adiktif atau candu buat pengunjung. Kamu bisa pakai konten berbentuk game sederhana sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan terhadap brand kamu, atau hanya sekedar candaan loh.

 

 

5. Postingan dari keseruan event-event offline yang diadakan oleh Marvel,

 

Update yang menarik tentang event yang kamu adakan bisa jadi daya tarikk tersendiri untuk penggemarmu yang tidak bisa datang. Kamu bisa memanfaatkan event ini untuk jadi perbincangan di media sosial.

 

 

6. Poster promosi film maupun komik.

 

Jangan lupa untuk membuat desain untuk setiap campaign atau produk yang akan kamu luncurkan. Bisa jadi desain tersebut jadi acuan untuk pengikut untuk ikut event atau beli produkmu.

 

Kesuksesan dari film Spideman: Far From Home dan Avenger: Endgame adalah bukti dari kematangan konsep promosi Marvel Entertaiment. Di era digital ini, kamu harus dapat melihat peluang dan terus beradaptasi terhadap teknologi komunikasi. Tujuan utamanya adalah agar kamu bisa memanfaatkannya untuk keuntungan bisnis kamu.

 

Berbisnis di era digital mengharuskan kamu untuk selalu terus belajar sembari mengikuti perkembangan jaman. Yang pasti, dimanapun kamu jualan, setidaknya kamu memiliki toko online sendiri sebagai identitas (awal dari brand) tokomu agar mudah dikenal dan diingat.

 

Website toko online juga bisa menjadi pusat dari cara promosi online yang kamu lakukan. Dimulai dari branding, jualan di media sosial, hingga iklan yang terintegrasi ke website.

 

Blog ini ditulis oleh Kevin Joshua, sebagai salah satu tugas untuk kegiatan magang. Diedit lebih lanjut oleh Arie.

Post a Comment