Membuat Marketing Viral ala Perusahaan Dunia

Membuat Marketing Viral ala Perusahaan Dunia

“Kak bikin konten viral itu gimana ya caranya?” Pertanyaan yang sering kita semua dengar, tapi dengan jawaban yang belum tentu semua bisa lakukan. Kenapa? Karena hal yang viral tidak mudah untuk dibuat. Tapi tentu saja bukan mustahil. Kamu tetap bisa meracik konten viral, demi strategi marketing online agar bisnismu terus maju.

 

Jika dilihat dari konten-konten yang pernah viral, kita dapat menyimpulkan beberapa hal. Pertama, konten viral tidak dapat diprediksi. Konten viral A punya tema Z. Bukan berarti konten lain yang punya tema Z juga bisa jadi viral. Banyak faktor yang bisa menjadikan sebuah konten viral selain tema, konsep, dan bahasan yang dibawa.

 

Kedua, konten viral punya formula sendiri. Terdiri dari apa saja formula itu?

 

Pesan spesifik

 

Pernah dengar quote be the voice not an echo? Voice itu lah ibaratnya pesan spesifik yang harus kamu bawa dalam konten marketing online. Jangan asal bicara. Jangan asal promosi. Tanpa pesan berarti yang menyentuh hati audience kamu, konten marketingmu hanyalah echo bagi mereka. Cepat tidak terdengar dan terlupakan.

 

Mengusung pesan berarti kamu harus memihak salah satu sisi. Bisnismu tidak bisa kamu biarkan terus netral. Karena posisi netral mencegahmu untuk dapat menyentuh hati audience. Namun, pastikan sisi yang kamu ambil adalah sisi positif menurut audience bisnismu.

 

Bagaimana penerapannya dalam brand perusahaan besar? Simak terus, karena penjelasannya ada di bagian selanjutnya.

 

Sesuai dengan target audience

 

Jualan baju dengan target audience perempuan muda, tapi konten marketingnya bicara soal pentingnya menghemat uang. Nyambung? Tentu tidak.

 

Target audiencemu tersebut punya karakteristik suka menghabiskan uangnya untuk membeli baju baru tiap bulan. Ketika kamu menasehati mereka untuk stop beli baju, maka sudah jelas kontenmu tidak sejalan dengan goals bisnismu.

 

Sebelum membuat konten marketing online, perhatikan kesesuaian bahasan dengan target audience bisnismu. Jangan sampai meleset. Jangan sampai salah sasaran.

 

Kembali ke bisnis baju untuk perempuan muda. Lantas kira-kira apa yang sesuai? Kamu bisa mengambil pesan body positivity, misalnya. Bahwa target audiencemu, perempuan, tetap cantik. Bagaimanapun bentuk tubuh mereka.

 

Menyentuh emosi

 

Bukan berarti bikin nangis ya. Emosi manusia itu bukan sedih saja. Menyentuh emosi disini berarti bisa bikin target audiencemu menangis, tersenyum, tertawa, bahkan marah sekalipun.

 

Membuat mereka merasakan emosi positif maupun negatif bisa kamu lakukan melalui strategi marketing onlinemu. Tapi pastikan bahwa hanya emosi negatif yang kamu pilih sebagai hasil dari konten tidak ditujukan pada bisnismu.

 

Manusia tidak bisa sepenuhnya objektif, tak terkecuali saat belanja. Pasti mereka terpengaruh oleh faktor-faktor subjektif lainnya. Kamu bisa mendekatkan mereka dengan bisnismu melalui emosi dari konten marketing tersebut.

 

Kreatifitas

 

Pesan spesifik sudah dipilih, tapi kok tetap tidak jadi viral? Selain pesannya, kamu juga perlu memperhatikan cara penyampaian pesan tersebut. Perlu dikemas dengan beda agar konten marketing onlinemu bisa menarik perhatian.

 

Jangan hanya menuruti tutorial membuat iklan dari internet. Coba baca banyak referensi. Perhatikan konten-konten di media sosial yang sedang digandrungi. Gabungkan konsep yang tidak biasa kamu temui dalam konten marketing. Kemas sekreatif mungkin.

 

Mudah dishare

 

Pesan sudah, kreatif sudah, tepat target audience sudah. Tapi ternyata susah untuk disharenya. Konten marketing viral, bisa viral tentu karena mudah dibagikan ke mana saja.

 

Pastikan platform tempat mengunggah konten marketingmu punya fitur sharing yang praktis. Seperti Youtube dengan tombol share, Twitter dengan fitur Retweet dan Quote Retweet, hingga Instagram dengan fitur Share Link dan Share on WhatsApp.

 

Baca Juga: 7 Faktor yang Menentukan Keberhasilan Iklan Facebook dan Instagram

 

Perusahaan besar tidak bertahan hingga kini cuma bermodal namanya yang sudah dikenal banyak orang. Tapi juga karena kemampuannya menggodok konten marketing online viral.

 

Kamu bisa ambil contoh dari perusahaan besar tersebut. Ini dia beberapa diantaranya dengan strategi marketing onlinenya yang viral.

 

Inspiratif

 

Meskipun punya tujuan marketing alias promosi, konten marketing onlinemu akan lebih baik jika meminimalisir spotlight pada produk bisnismu. Yang harus kamu tonjolkan adalah pesannya yang spesifik.

 

Hal itu berhasil dilakukan oleh Nike dan Dove. Tanpa menyoroti produk jualannya, Nike dan Dove berhasil menyampaikan pesan inspiratif bagi target audiencenya.

 

Nike, dengan penyampaian eksploratif tagline khasnya Just Do It. Mengambil tema Dream Crazy.

 

 

Dove, dengan ajakannya kepada perempuan untuk melihat diri mereka sendiri sebagai sosok yang cantik. Bagaimanapun rupa fisik mereka. Kurus, gemuk, rambut lurus, rambut ikal, kulit putih, maupun kulit gelap.

 

Pesan yang diusung Dove ini begitu spesifik. Menantang stereotype kecantikan yang ada bahwa cantik itu tidak harus memenuhi kriteria. Tapi cantik adalah perempuan semua.

 

Dengan mengusung pesan tersebut, Dove telah memilih untuk “memihak” satu sisi. Bahwa Dove sebagai brand tidak setuju dengan stereotype kecantikan yang ada di masyarakat.

 

Kreatif

 

Jika kamu mengamati perbedaan antara Gojek dan Grab, maka pasti kamu sadar satu perbedaan mencolok yang membedakan keduanya. Tidak seperti Grab, Gojek berhasil memposisikan diri di  antara orang Indonesia dengan branding dan strategi konten marketingnya yang Indonesia sekali.

 

Gojek sering menggabungkan konsep lokal kegemaran generasi muda Indonesia, yakni target audience Gojek yang memang aktif secara online. Dengan gabungan pop culture hingga lelucon yang hanya dimengerti orang Indonesia, Gojek mudah menangkap perhatian. Membuat mayoritas konten marketingnya viral.

 

Salah satunya yakni konten video berikut. Mengemas tips berkendara yang aman dengan langkah-langkahnya yang jenaka.

 

Sesuai target audience

 

Menyusun konten berdasarkan apa yang disukai oleh target audience itu penting. Agar konten marketingmu bisa ditangkap dan diterima mereka dengan baik, namun juga berpengaruh positif pada bisnismu. Seperti yang dilakukan oleh Red Bull dan tim marketing film Dilan 1990.

 

Red Bull, minuman energi memilih untuk menyampaikan pesan anything is possible. Seperti yang ditutup di akhir video dengan tagline yang tidak hanya menggaung, namun juga inspiratif. “If you believe in it, then… anything is possible.” (Jika kamu percaya, maka tidak ada yang mustahil.)

 

Kegiatan dalam video menampilkan laki-laki, tanpa adanya perempuan sama sekali. Sejalan dengan target audience Red Bull.

 

Siapa yang tidak tau film yang jadi sensasi diantara anak muda ini? Awalnya memang banyak yang tidak tau tentang film ini, tapi berkat strategi marketingnya yang tepat sasaran, Dilan kini jadi bahasan trending di antara netizen Indonesia.

 

Bagaimana Dilan 1990 bisa sepopuler sekarang? Strategi marketing filmnya memanfaatkan fanbase yang telah ada. Dilan 1990 adalah novel karya Pidi Baiq yang dulunya bisa dibaca gratis dan diterbitkan secara bersambung. Dari cerita yang diterbitkan Pidi Baiq di blog pribadinya, Dilan 1990 telah mempunyai penggemar beratnya sendiri. Pihak tim film mengetahui fakta ini, yang kemudian mengawali strategi marketingnya dari mereka.

 

meme dilan - strategi marketing online

Source: ganlob.com

 

Namun, memanfaatkan fanbase saja tidak cukup. Agar sukses, Dilan 1990 perlu juga merangkul mereka yang bukan fanbase. Mereka yang belum baca novelnya. Oleh karena itu, Dilan 1990 memilih aktor Indonesia yang sekarang digemari dikalangan anak-anak muda. Yaitu Iqbaal Ramadhan untuk memerankan Dilan dan Vanesha Prescilla untuk memerankan Milea.

 

Pemilihan aktor tersebut menimbulkan pro dan kontra, khususnya bagi fanbase Dilan 1990 yang telah membaca novelnya. Namun pro dan kontra yang dibahas terus-menerus itulah yang menimbulkan buzzNetizen terus membahasnya, sehingga Dilan 1990 perlahan tapi pasti menjadi trending.

 

Mereka yang sebelumnya belum mengenal apa itu Dilan 1990 akhirnya coba mencari tau. Yang berujung pada rasa penasaran dan akhirnya muncul keinginan untuk menyaksikan filmnya.

 

 

Strategi marketing onlinenya sampai disitu saja? Tentu tidak. Meski sudah premiere di bioskop, strategi marketingnya terus berkembang. Mulai dari promosi oleh aktor utama, hingga update jumlah penonton yang terus bertambah ke angka jutaan. Memanfaatkan rasa Fear Of Missing Out (FOMO) dari target audiencenya, jumlah penonton yang terus dipublikasikan tersebut secara tidak langsung juga mendorong mereka untuk nonton Dilan 1990 di bioskop.

 

Momentum juga turut ikut andil dalam kesuksesan Dilan 1990. Satu bulan sebelum tayang di bioskop, strategi marketing online sudah mulai dijalankan. Dilan 1990 juga tidak tayang tepat di bulan Februari meskipun bergenre romantis. Tim film memilih akhir Januari, tepatnya tanggal 25 Januari 2018 sebagai tanggal premierenya.

 

Masa tayang yang berlangsung hingga berminggu-minggu kemudian telah dihitung dengan cermat. Telah satu minggu lebih tayang di bioskop beserta momentum Februari sebagai “bulan kasih sayang” membuat Dilan 1990 makin diminati untuk ditonton. Menambah jumlah penonton hingga akhir masa tayangnya di bioskop.

 

Setelah memantik api di sini dan di sana, akhirnya yang menyebarkan api popularitas Dilan 1990 ada pada di tangan para netizen. Mulai dari ajakan teman, bahasan di akun media sosial pribadi netizen, cover lagu soundtrack di Youtube, video parodi, meme yang menggunakan scene terbaik dalam film, petikan gombalan Dilan yang iconic, dan lain sebagainya.

 

quote dilan - strategi marketing online

Source: ngopibareng.id

 

Strategi marketing online Dilan 1990 bisa sukses, karena tim mampu mengidentifikasi siapa target audience mereka. Bukan hanya fanbase novel Dilan 1990 saja, tapi mereka yang belum membaca novel tersebut, tapi mempunyai selera serupa. Dengan kata lain, target audiencenya adalah mereka yang suka ngegombal layaknya Dilan, dan yang suka digombali layaknya Milea.

 

Saat membuat konten marketing online, kamu jangan telena dengan viral tidaknya konten tersebut. Perlu kamu ingat, viral atau tidak, dibalik konten marketingmu hanya ada satu tujuan yang perlu dicapai. Yakni meningkatkan bisnismu. Awareness maupun sales, jika salah satunya naik, maka bisa dibilang strategi marketing onlinemu telah sukses.

 

Agar mendapatkan engagement dan sales, setiap konten marketingmu perlu disisipi platform yang bisa dikunjungi oleh netizen. Cantuman platform tersebut secara tidak langsung merupakan CTA (call-to-action) dari konten marketingmu. Kamu bisa menyisipkan alamat website toko onlinemu.

 

Belum memiliki website toko online sendiri? Dapatkan website toko online hanya dalam 1 menit dengan Storelogy! Coba fiturnya secara gratis untuk 14 hari pertama.

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

Post a Comment