brand itu bukan merek ini dia perbedaannya - apa itu brand

Brand Itu Bukan Merek: Ini Dia Perbedaannya

Jargon seperti “proud to wear local brands” dan “local brands pride” semakin menggaung akhir-akhir ini. Pasar bisnis memang mulai dimasuki oleh generasi milenial, generasi yang lebih suka untuk mengembangkan bisnisnya dengan nama sendiri.

 

Sayangnya kata brand yang terus dilempar sana-sini sering disalah artikan oleh pebisnis itu sendiri, sehingga bisnis yang dirintisnya pun salah arah karena kesalahpahaman itu. Merujuk ke pertanyaan apa itu brand? Storelogy akan menilik perbedaan brand dan merek, 2 hal berbeda namun sering disamakan.

 

Apa itu merek?

 

merek kaos modern essentials - apa itu brand

 

Merek sering disangka sebagai brand, karena kata brand sendiri jika diartikan secara literal ke bahasa Indonesia maka kata padanannya adalah merek. Padahal, jika dalam lingkup bisnis brand dan merek mempunyai arti yang berbeda.

 

Menurut KBBI Daring sendiri, definisi merek adalah adalah tanda yang dikenakan oleh pengusaha (pabrik, produsen, dan sebagainya) pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal; cap (tanda) yang menjadi pengenal untuk menyatakan nama dan sebagainya.

 

Penggunaan kata merek sendiri sampai sekarang masih merujuk sama dengan definisi KBBI Daring tersebut. Merek bisa berbentuk logo, wordmark, simbol atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang diasosiasikan dengan suatu identitas, baik organisasi maupun personal. Lalu bagaimana dengan brand? Bukannya brand juga sama saja merujuk pada kombinasi penanda yang diasosiasikan dengan identitas?

 

Apa itu brand?

 

 

Menurut definisi Oxford Dictionaries, brand is a type of product manufactured by a particular company under a particular name, yang berarti sebuah tipe produk yang diproduksi oleh sebuah perusahaan di bawah sebuah nama.

 

Penggunaan kata brand sendiri sekarang tidak sebatas definisi tersebut. Brand bukan hanya sebuah produk dengan nama. Melainkan sesuatu yang lebih.

 

Menjawa pertanyaan apa itu brand, American Marketing Association memberikan definisi brand sebagai pengalaman konsumen secara keseluruhan yang membedakan suatu organisasi atau produk dari para pesaingnya yang dilihat dari sisi konsumen. Definisi tersebut memang sesuai untuk menggambarkan penggunaan kata brand saat ini. Karena situasi bisnis saat ini agar bisa sukses dalam padatnya kompetisi membutuhkan lebih dari logo dan nama saja.

 

Bisnis harus mempunyai identitas yang bisa diapresiasi oleh konsumen, agar mereka dapat menjual produk. Karena konsumen masa kini tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, namun juga pengalaman yang bisa membuat mereka puas dan bahkan gembira saat membeli dan menggunakan produk tersebut.

 

Bagaimana merek dan brand ada di kehidupan kita?

 

Mengambil contoh Starbucks sebagai merek. Starbucks mempunyai logo hijau lingkaran. Merek Starbucks tersebut telah didaftarkan sebagai merek dagang milik Starbucks Corporation yang digunakan untuk produknya berupa kopi hingga pastry.

 

starbucks sebagai brand - apa itu brand

 

Bagaimana dengan Starbucks sebagai brand? Saat mendengar kata Starbucks dan melihat logonya, apa yang pertama kali kamu pikirkan? Hal-hal yang pada umumnya terbersit di benak banyak orang yakni kopi dengan kualitas terbaik, pelayanan ramah, tempat nongkrong nyaman dan kekinian, hingga sesuatu yang dijadikan status simbol dalam pergaulan.

 

Sebagai brand, konsumen tidak hanya akan mendapatkan kopi dengan gelas plastik yang mempunyai printing logo hijau. Melainkan pengalaman membeli dan mengkonsumsi kopi yang menurut mereka, tidak bisa didapatkan jika memilih brand yang lain. Mereka mendapatkan kualitas kopi tersebut sendiri, pelayanan ramah yang didapatkan saat transaksi, tempat nongkrong full AC dengan interior apik dan atmosfer yang nyaman.

 

Harga yang dibandrol dalam segelas kopi yang dibeli tentu dianggap mahal jika kamu hanya melihat segelas kopi itu saja. Dengan harga tersebut, kamu mungkin bisa mendapatkan segelas kopi dengan kualitas sama dari yang lain. Namun, coba perhatikan juga apa yang kamu dapatkan dengan membeli segelas kopi tersebut.

 

Kamu juga mendapatkan pelayanan ramah dan profesional (yang tentunya membutuhkan training karyawan, yang juga membutuhkan dana) dan tempat nongkong dengan full AC serta full wifi disertai interior apik dan suasana nyaman (yang membutuhkan dana juga untuk membayar tagihan dan desain interior).

 

Pelayanan dan tempat nongkrong itu pun masih menghitung hal fisik atau hal kasat mata yang bisa kamu lihat. Belum menghitung status simbol yang hanya didapatkan saat kamu membeli segelas kopi dari Starbucks. Dalam kelasnya, Starbucks termasuk brand kelas menengah atas dibandingkan yang lain. Sehingga jika kamu membelinya, maka kamu juga turut terasosiasi dengan persepsi yang tercipta terhadap Starbucks.

 

kopi cafe lokal - apa itu brand

 

Kamu akan lebih mudah memahami uraian tersebut ketika memperhatikan apa yang kamu dapat dan rasakan saat membeli segelas kopi dari Starbucks dan membandingkannya saat membeli segelas kopi dari cafe dekat tempat tinggalmu misalnya. Tentu berbeda bukan?

 

Mengapa brand itu penting?

 

Karena merek adalah sekedar nama yang telah didaftarkan. Sedangkan brand adalah identitas yang dikenal oleh konsumen hingga masyarakat luas.

 

Sebuah nama hanyalah awal dari perjalanan bisnismu. Sebatas nama tidak akan membuat target konsumenmu tau apa yang membedakanmu dari yang lain.

 

Mengingat uraian atas pertanyaan apa itu brand, kamu perlu membangun brand bagi bisnismu, bukan sekadar merek. Kamu perlu identitas yang bisa dirasa relevan oleh target konsumen, sehingga mereka bisa merasakan pengalaman memuaskan saat membeli hingga menggunakan produk serta layananmu. Dengan begitu, jalan menuju bisnis berkelanjutan akan lebih lebar terbuka.

 

Siap membangun brand? Lakukan bersama website toko online, karena prosesnya jauh lebih mudah. Baca juga Pentingnya Membangun Brand Melalui Website Toko Online Sendiri untuk mengetahui daftar kemudahan tersebut.

 

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

Post a Comment