4 Mitos Website E-Commerce

4 Mitos Website E-Commerce

Seiring dengan pertumbuhan transaksi e-commerce Indonesia yang terus meningkat, berbagai brand dan bisnis mulai turut menggunakan website e-commerce sebagai media penjualan. Namun, tak sedikit pula yang masih belum memahami fungsi website e-commerce hingga menganggap penggunaannya tidak bermanfaat. Nyatanya anggapan tersebut umumnya didasarkan pada mitos website e-commerce. Berikut adalah beberapa diantaranya yang sering dipercaya oleh para penggiat bisnis.

 

Semua Website Sama Saja

 

Banyak sekali layanan yang siap menghadirkan website e-commerce untuk Anda. Namun, meskipun sama-sama bisa menghadirkan website untuk berbelanja, semuanya tidaklah sama. Website e-commerce tidak diciptakan sama, bergantung pada layanan apa yang Anda gunakan.

 

Anda bisa mendapatkan website e-commerce dengan mudah melalui platfrom website builder, platfrom website e-commerce seperti Storelogy, hingga digital agency yang menyediakan layanan pembuatan website mulai dari nol. Dari tiga pilihan tersebut, semuanya tentu mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing, seperti dalam sudut harga, fitur, dan kemudahan penggunaan.

 

Oleh karena itu, sebelum Anda memilih layanan untuk mendapatkan website e-commerce, baiknya Anda telah membandingkan pilihan yang ada. Sehingga pilihan Anda pun memang benar-benar telah sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

 

Konsumen Bisa Datang dengan Sendirinya

 

Sekedar mempunyai website e-commerce saja tidaklah cukup untuk mendatangkan konsumen. Website e-commerce merupakan bentuk online dari bisnis Anda. Layaknya toko offline, mendirikan toko saja tidak akan cukup untuk mendatangkan konsumen.

 

Banyak hal yang perlu Anda lakukan agar website e-commerce mendapatkan kunjungan konsumen. Mulai dari memasang iklan dalam media sosial, mengoptimisasi website agar lebih mudah diidentifikasi oleh mesin pencari web seperti Google, bahkan hingga melakukan promosi secara offline dengan menggunakan spanduk, selebaran, dan billboard.

 

Kehadiran website e-commerce tidak akan secara otomatis mendatangkan konsumen. Anda juga masih perlu melakukan kegiatan marketing, hanya saja praktiknya tentu sedikit berbeda dengan marketing toko offline.

 

Tidak Memerlukan Pengalaman

 

Banyak pula yang percaya terhadap mitos website e-commerce bahwa memiliki dan mengoperasikan website e-commerce untuk berjualan mudah adanya. Nyatanya meskipun tidak memerlukan pengetahuan teknis secara menyeluruh, mengoperasikan website e-commerce masih mengharuskan Anda untuk mengetahui seluk beluk jual beli yang dilakukan secara digital. Hal-hal seperti alur dan sistem pembayaran, pengoperasian dashboard website, hingga cara-cara pengoptimalkan website melalui optimisasi Google dan iklan harus sudah Anda pahami.

 

Storelogy, sebagai platform khusus menghadirkan layanan website e-commerce pun memudahkan penggiat bisnis untuk turut bergabung dalam persaingan pasar secara online. Storelogy menyediakan berbagai tutorial video, baik tutorial dalam mengoperasikan website e-commerce itu sendiri atau tips untuk menambah agar penjualan Anda meningkat.

 

Gratis, Tidak Berbayar

 

Inilah mitos website e-commerce yang paling sering dipercaya tidak hanya oleh para penggiat bisnis saja namun juga masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan minimnya pemahaman terhadap perbedaan antara marketplace dan website e-commerce.

 

Istilah e-commerce di Indonesia sering digunakan untuk merujuk transaksi jual beli online, sedangkan transaksi tersebut lebih dikenal oleh masyarakat dilakukan melalui marketplace besar seperti Tokopedia, Lazada, hingga Bukalapak. Sehingga masyarakat dan bahkan penggiat bisnis pun mempunyai asumsi bahwa website e-commerce sama dengan marketplace: penggunaannya tidak memerlukan biaya alias gratis.

 

Nyatanya, website e-commerce memerlukan biaya. Perbedaan antara gratis dan berbayar tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam fitur dan kemudahan. Akan tetapi, keunggulan tersebut bukan berarti bahwa website e-commerce adalah jawaban mutlak untuk kebutuhan bisnis Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan website e-commerce dengan marketplace, simak artikel berikut.

 

Pilih Marketplace atau Toko Online Sendiri? Pahami Dulu Perbedaannya

Post a Comment