4 Kesalahan dalam Menggunakan Media Sosial untuk Bisnis yang Harus Dihindari

4 Kesalahan dalam Menggunakan Media Sosial untuk Jualan Online yang Harus Dihindari

Seperti yang telah Anda ketahui, media sosial telah banyak digunakan sebagai lapak jual beli oleh berbagai bisnis online. Namun, media sosial bukanlah diciptakan untuk berjualan. Fiturnya yang tidak didesain khusus layaknya website e-commerce membuat jual beli menjadi semrawut. Meskipun begitu, media sosial adalah tempat dimana target konsumen Anda berkumpul, menjadikannya tempat strategis untuk menawarkan produk bisnis online Anda.

 

Sayangnya, menawarkan produk dalam media sosial tidaklah semudah memperbarui status akun Facebook pribadi Anda. Tiap-tiap post yang diunggah dalam media sosial bisnis haruslah sejalan dengan target konsumen Anda. Banyak strategi yang dapat diaplikasikan, namun sebagai permulaan, Anda bisa memastikan agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan berikut dalam menjalankan akun media sosial untuk bisnis Anda.

 

Tidak Memiliki Strategi Media Sosial

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, menjalankan akun media sosial untuk bisnis tak semudah Anda memperbarui status akun pribadi. Banyak yang harus diperhatikan saat posting, seperti foto atau grafis yang dipakai, tema post, hingga caption. Dengan memiliki strategi, Anda pun dapat dengan jelas melihat hasil apa nantinya yang bisa dicapai melalui media sosial. Apakah target konsumen yang tertarik dengan produk, meningkatnya brand awareness, hingga menjalin hubungan dengan konsumen setia.

 

Contohnya saja saat menyambut liburan hari raya, post media sosial baiknya menggunakan tema liburan tersebut. Sembari menawarkan potongan harga atau penawaran khusus yang hanya berlaku di waktu-waktu tertentu saja. Mulai 2 minggu sebelum Natal misalnya, post media sosial sudah memakai tema yang identik dengan Natal. Foto atau grafis dengan warna hijau dan merah hingga caption yang mengundang target konsumen Anda untuk merayakannya dengan penawaran khusus yang Anda tawarkan.

 

Membeli Likes dan Followers

 

Angka followers yang lebih banyak dari angka following memang dapat mengindikasikan tingkat kredibilitas akun media sosial bisnis online. Namun, membeli likes dan followers bukan lagi menjadi solusi untuk meningkatkan penjualan. Bahkan, jika target konsumen Anda mengetahui praktik ini, yang ada malah reputasi bisnis berbalik menurun.

 

Kualitas dan interaksi yang natural dan organik lah yang lebih membawakan hasil. Melalui interaksi yang rutin dengan target konsumen, Anda dapat memperlihatkan bahwa bisnis Anda peduli dengan konsumennya. Jika Anda memang ingin meningkatkan jumlah followers, cobalah cara marketing lama yang memang terbukti efektif dan positif seperti berita mulut ke mulut, kompetisi (contoh: giveaway), iklan (contoh: endorse), dsb.

 

Posting Terlalu Sering

Posting konten merupakan strategi yang tepat untuk menjaga interaksi antara bisnis Anda dan konsumen. Melalui konten, konsumen pun bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat sekaligus berinterkasi langsung dengan bisnis Anda.

 

Namun, terlalu banyak konten pun tidaklah baik. Bisnis Anda bukan satu-satunya yang ingin mereka ikuti di beranda media sosial. Spamming hanya akan menganggu konsumen sehingga akun media sosial Anda pun akan diunfollow.

 

Agar terhindar dari spamming, ada baiknya Anda menjadwalkan tiap-tiap post. Dengan membuat kalender konten tak hanya akan mengatur feed media sosial, namun Anda juga bisa membuat tema konten yang relevan dengan waktu atau tanggal post yang bersangkutan. Pastikan konten Anda menarik dan bervariasi, karena konten yang monoton hanya akan membuat konsumen bosan.

 

Menghapus Komentar Negatif

 

Inilah kesalahan dari banyak pelaku bisnis pemula dalam media sosial. Mereka cenderung “merapikan” kolom review atau feedback agar tetap “cantik” dan penuh akan hal-hal positif saja. Komentar negatif hanya akan membuat calon konsumen pergi. Namun dengan menghapus komentar negatif, image bisnis Anda pun dapat jatuh.

 

Hal tersebut dapat menjadi cerminan bisnis Anda: tidak menghargai konsumen dan enggan untuk introspeksi. Jadikan komentar negatif tersebut menjadi jajakan untuk membuktikan profesionalisme bisnis Anda. Berikan komentar tersebut respon yang baik. Dengan begitu, bisnis Anda pun dapat dilihat oleh publik sebagai bisnis yang profesional, responsif terhadap konsumen, dan bertanggung jawab.

 

Buat Toko Online dalam 1 Menit, Gratis 14 Hari

Post a Comment